Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Antara Sepi dan Menyepi

Sepi dan menyepi itu jauh berbeda.

Sepi itu keadaan di mana sekitar kita tak ada akivitas apapun. Hanya ada diri.

Sementara menyepi itu, di mana diri kita berada di tempat yang sepi dan lengang. Sengaja untuk menyendiri.

Bagian kedua itu -menyepi- paling sering saya lakukan kalau sedang banyak pikiran. Hanya sekadar mencari ketenangan.

Biasanya sih, saya hanya tinggal bangun tengah malam (yg ini kebiasaan yg sulit dihilangkan), kemudian melakukan aktivitas dengan laptop atau hp saya tercintah. Menulis apa saja yang ada di otak saya sampai lega. Setelah itu ya sudah. Habis perkara.

Yang ini lucu (menurut saya).. ada yang bilang sepi-menyepi-kesepian itu adalah himpunan perasaan seorang insan, merajuk diri, mengharap pengertian dan belaian. hahaha..ada benernya sih, tapi tidak bagi saya. Kalau pengen merajuk, dibelai, ya tinggal lari aja ke suami :p

Ngomong-ngomong menyepi, sepertinya, saya betul-betul membutuhkannya. Memang sedang banyak pikiran. Apalagi kerjaan beberapa bulan terakhir hingga awal januari sedang gila2nya. Ditambah lagi ‘soal’ saya 😀

Tapi kali ini menyepinya mau barengan sama keluarga alias liburan.. Apalagi jatah cuti saya masih ada. Mari mencari waktu ‘menyepi’ 😉

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: