(Bukan Kampanye) Pilgub Jatim

Besok, rakyat Jawa Timur akan menentukan pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Tercatat ada empat pasangan calon yang ikut dalam ‘pertempuran’ itu. Soekarwo-Saifullah Yusuf (incumbent), Eggi Sudjana-Ahmad Sihat, Bambang DH-Said Abdullah dan terakhir Khofifah-Herman. Menurut saya, pilgub kali ini tidak semeriah lima tahun lalu. Entah, mungkin karena kali ini saya tidak berada di tengah-tengah ingar bingar peristiwanya. Tidak seperti lima tahun lalu, waktu saya aktif ikut meliput peristiwa itu. Tapi beneran deh. Masa kampanye kemarin aja, juga gak terdengar gaungnya. Adem ayem gitu.

bbm seorang kawan baik ke saya :D

bbm seorang kawan baik ke saya 😀

Sekarang kan masa tenang, biasanya diiringi dengan kampanye terselubung dari tim sukses pasangan calon. Entah itu dengan dalih berkunjung ke panti asuhan untuk memberi bantuan, mengirim sms ajakan untuk memilih pasangan calon yang didukungnya, sampai bagi-bagi uang ke masyarakat. Yang terakhir itu yang saya suka..hehe.. Hal semacam itu sudah menjadi rahasia umum. Menjelang coblosan, selalu ada bagi2 uang atau semacamnya. ‘Pergerakan bawah tanah’ ini yang ramai diberitakan saat seperti ini. Black campaign juga nyaring terdengar.

sms ajakan memilih..

pernah menerima sms semacam ini?

Saya ingat, ucapan Khofifah pada pendukungnya saat pilgub tahun 2008 lalu, “Kalau ada yang kasih uang trus disuruh nyoblos dia, jangan mau yah. Ambil duitnya aja, tapi tetap milih saya.” Ungkapan2 serupa pasti juga dilontarkan oleh pasangan calon lain pada pendukungnya. Kalo saya sih, ya setuju aja dengan ucapan itu. Ambil aja duitnya, persoalan milih kan gak ada yang tau :p

Etapi, sekarang ini makin canggih lho jual beli suara itu. Kadang, orang yang dikasi duit itu, waktu nyoblos, disuruh motret kertas suaranya sebagai bukti. Dari pintu keluar TPS, sudah ditunggu orang yang kasih uang. Kasih liat foto kertas suara, dikasihlah uangnya. Saksi partai aja bisa dibeli, apalagi ini suara individu yang harganya selembar uang warna biru/merah. Yang lebih ekstrem lagi, jual beli suara secara glondongan , entah itu di TPS atau sekelas kecamatan. Ngeri banget kalo tau dalamnya politik itu. Kotor banget!

Emak saya, kemarin, tiba-tiba ke rumah saya dan meminta tolong mem-forwardkan sebuah sms yang isinya ajakan memilih pasangan calon tertentu kepada 10 orang. Dengan iming2, akan diberi imbalan pulsa 100 ribu. Awalnya saya gak ngeh maksudnya, setelah saya baca-baca, ternyata penipuan model baru. Ketika saya kasih penjelasan, emak saya masih ngotot karena sms itu dari temannya. “Teman ibu ini mungkin sodaranya calon A. Ayo tolong forward ke orang lain.” Setelah saya kasih tau blablabla.. akhirnya emak saya nurut aja sik. Gak tau lagi kalo hatinya nggerundel..hehe..

Jadi milih siapa? 1, 2, 3 atau 4? Duh..ntah yaaah.. Dari keempatnya, gak ada yang sreg di hati saya :D. Oiya, karena besok coblosan, besok ditetapkan sebagai hari yang diliburkan bagi pekerja di Jatim. Jadi, mari kita liburan.. hehe..

Categories: ..and the blabla..

No comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: