• Blog Competition,  Parenthink

    #KidsTodayProject: Bermainlah Sepuasmu, Nak

    Assalamualaikum… Ada yang bilang, usia balita adalah usia bermain bagi anak-anak. Sebagai ibu dari bocah yang belum genap berusia 5 tahun, saya sangat setuju dengan hal itu. Dan saya juga gak akan memaksakan kehendak saya pada Ara (4,5 yo), meski saya telah memasukkannya ke TK sejak dia berusia 4 tahun kurang. Alhamdulillah, keputusan untuk bersekolah itu adalah murni keinginan Ara, setelah dia merasa puas bersekolah di PAUD, yang ada di komplek rumah kami, selama 1,5 tahun. Sebetulnya, keputusan untuk menyekolahkannya di usia yang ‘belum cukup umur’ itu juga membuat saya dan tuan besar, was-was. Tapi melihat keinginan kuat nona kecil, akhirnya saya mengindahkan permintaannya. Tapi dengan catatan, jika di tengah-tengah perjalanan sekolahnya, nona kecil…

  • Parenthink

    Les Untuk Anak TK: Yay or Nay?

    Assalamualaikum semua..  Saya mau curhat ya… bolehkan? kan…. Beberapa waktu lalu ada tetangga sekaligus teman yang tanya ke saya, anak saya udah dikutin les apa aja? Lalu teman tadi cerita bla..bla..bla.. tentang anaknya yang ikut les ini itu dengan panjang kali lebar kali tinggi. Sampai saya gak bisa jawab pertanyaannya yang pertama itu. Kalau saya sih ngerasa belum perlu untuk memberikan pelajaran tambahan buat nona kecil. Kenapa? Ya karena pendidikan formal di TK dan di TPQ, buat saya sudah cukup.  TK Pelajaran yang diajarkan di sekolah, saya sudah sangat mencukupi kebutuhan nona kecil. Apalagi, sekarang kan kurikulumnya tematik. Misalnya, selama satu minggu, nona kecil belajarnya tentang keluarga. Ini aja udah…

  • Love of My Life,  Parenthink

    Salahnya Bunda!

    Saya mau curhat soal Ara yaahh.. Tadi pagi, begitu si nona kecil ini bangun tidur, tetiba langsung menyalahkan saya mewek ara: Salahnya bunda sii.. sambil teriak saya: hah? salah bunda apa, nak? uda siap mewek disalahin ara ara: ikanku mati. bunda sii gak beliin makan buat ikanku lari ke kamar lalu tengkurep di kasur Saya yang lihat tingkah si kecil, antara kaget dan pengen ketawa, langsung menyusulnya ke kamar dan memeluknya. Bukannya mereda, ngambeknya malah parah. Pake acara tutup muka dan menghindari melihat saya. Sumpah, ini anak beneran drama queen abis! -_- Sekali dua kali, saya bujuk, gak mempan juga. Saya putar otak, kira-kira apa yang bikin dia mau ngomong…

  • Parenthink

    Mencuri Dengar

    Mencuri dengar? Nguping? Hah? Itukan gak boleh. Dosa tau.. Iya bener. Emang dosa. Tapi waktu itu, saya ngotot pengen nguping pembicaraan dua orang ibu-ibu yang kebetulan duduk dekat saya, di sebuah resto di Bogor. Ceritanya waktu itu lagi ada tugas dinas 😀 Si ibu A, pakai kaos yukensi, legging 3/4, rambut tergerai sepunggung, gelang emas (entah tiruan) di tangan kanannya, kira2 usianya udah masuk 40 taun lah, dan di antara jari-jarinya terselip rokok, yang diisap tanpa henti. Sementara si ibu B, pake celana jeans dan kaos biasa. Saya ngotot nguping pembicaraan ibu-ibu itu karena beneran bikin saya ketar-ketir. Gimana enggak coba. Bayangin aja, si ibu A ini, dengan bangganya cerita…

  • Parenthink

    Happy Breastfeeding Week, Moms..

    Tahukah kalian, bahwa tanggal 1-7 Agustus dicanangkan WHO sebagai World Breastfeeding Week? Jangan khawatir, saya juga baru tahu kok setelah buka-buka grup Aimi di FB. Jadi, ini merupakan ‘hari raya’nya para ibu-ibu yang memberikan ASI eksklusif pada babynya. Perayaan dong.. hihihi.. Buat saya, ASI memang TOP banget deh, gak ada tandingannya. Banyak manfaat yang didapat dari ASI. Iya kan moms? Di antaranya, sumber nutrisi dan kalori yang lengkap bagi bayi, perlindungan optimal dari berbagai penyakit karena mengandung zat imunitas dan antibodi, meningkatkan kecerdasan (IQ) bayi karena mengandung nutrien tinggi untuk sel otak, dan yang utama, sambung rasa kita dengan baby makin kuat. Trus buat emaknya apa manfaatnya? buanyak juga. Pengalaman saya…

  • Parenthink

    Aku, Sahabat Anakku

    Rasanya gak berlebihan saya menulis judul itu. Secara, saya yang paling sering berinteraksi dengannya. Kemana-mana, kami selalu berdua. Ke kamar mandi sekalipun. Maklum, si anak masih belum genap 4 tahun.. hehe.. Menurut temantakita, menjadi teman bagi anak adalah kunci dari keterbukaan komunikasi anak. Ketika orang tua menjadi teman bagi anak, anak pun merasa diterima oleh lawan bicaranya. Anak bicara secara terbuka karena tidak dihakimi oleh orang tua. Anak menjadi nyaman bicara apa adanya pada orang tua, bahkan mungkin bicara mengenai pengalaman yang tidak mengenakkan, pengalaman keliru dan pengalaman memalukan. Bukankah keluarga lingkungan terkecil bagi anak untuk belajar? Pun demikian dengan kita. Dalam sebuah keluarga, kita wajib belajar bersama-sama. Karena semua…