Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Dan Semua pun Pergi, Ayah…

Ayah, aku ingin bertanya padamu
Tentang masa remajamu dulu
Apakah kau pernah merasakan hal yang sama denganku?

Ayah, kurasakan semua hal mulai berlalu meninggalkanku
Masa-masa dulu yang begitu menentramkan
Ramai dan menyenangkan
Kini berganti kesunyian yang mencekam

Dulu, banyak temanku yang rela berkorban
Satu hati, bersama melalui pergantian hari
Kini sepi, teman sehati rasanya sudah tak ada lagi
Kalaupun ada sudah tak sama lagi
Mereka telah berubah, hidup dengan pilihannya masing-masing
Menapaki jalan hidupnya masing-masing
Kini aku merasa berjalan sendirian

Ayah, apakah kedewasaan memang hal yang harus dilewati sendirian?
Bertarung sendirian melawan batin dan pikiran tentang eksistensi keberadaan?

Ayah, masa-masa dulu terasa sangat indah
Tak banyak yang aku pikirkan
Selain bersenang-senang,
Bergembira sepanjang hari
Seakan aku hanya hidup untuk saat itu

Kini, banyak sekali yang kupikirkan
Memikirkannya terasa begitu menyulitkan
Tapi lebih sulit lagi jika ku abaikan
Tentang masa depan,
Tentang dunia dan berbagai permasalahan
Dan juga tentang hari pembalasan
Seakan aku hidup jauh di masa depan

Ayah, apakah kedewasaan memang identik dengan memikirkan masa depan?

Ayah, apakah hidup memang seperti itu??!?!?!?

catatan kecil ini, aku ambil dari catatanku di kaskus 2 tahun lalu.. sama seperti sekarang 🙂

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: