..and the blabla..

Dealing with Feelings

Hope is the feeling that the feeling you have isn’t permanent ~ Jean Kerr

Entah kenapa, dari kemarin siang, gak enak atii banget. Rasanya pengen makan orang, senggol bacok gitu. Dan kondisi itu berlangsung sampai di rumah.

Saya ngerasa, kemarin, Allah sangat tidak adil sama saya *maaf ya Allah*. Tapi bener. Mulai dari 2 meeting dadakan sekaligus, pekerjaan yang kian menumpuk serta telpon yang tidak berhenti berdering. Semuanya kian komplit ketika menjelang pulang, tiba2 langit gelap.

Saat itu, saya merasa gak perlu pakai mantel, toh belum hujan, meskipun hati kecil saya sudah menyuruh saya mengenakannya. Itu karena, langit di sepanjang jalan pulang juga gelap. Feeling saya tepat. Sekira sekilo keluar kampus, hujan menderas dan mewajibkan saya mengenakan mantel.

Dalam hati saya sudah gondok abis dan sudah ngedumel gak jelas. “Awas aja, kalo pake mantel, trus ujannya brenti,” batin saya.

Dan ternyata benar sodarah. Beberapa meter kemudian, jalanan di depan saya betul-betul kering. Itu artinya gak hujan. saya pun brenti di toko kue, melipat mantel sekalian mampir membeli beberapa kue. Keluar dari toko, ternyata hujan (lagi). Saya makin gondok setengah mati. “Ya Allah, salah saya apa hari ini?,” sumpah, kemarin itu, saya merasa dikerjain sama Allah. Astaghfirullah…

sampai rumah, kondisi hati saya masih belum ‘pulih’ betul. Ditambah lagi suami yang telpon dan mengabarkan bakal pulang malam. Komplitlah penderitaan saya kemarin.

Lalu pagi tadi, saat mengantar ara sekolah, tiba-tiba saya merasa ada yang salah dengan diri ini. Melihat anak-anak kecil yang polos itu bermain dan tertawa tanpa beban. Semua mereka jalani seperti air mengalir. Saya jadi berpikir, kalau mereka bisa kenapa saya tidak bisa?

Saya rasa, kalau saya ingin seperti mereka, saya harus mencoba ‘berbaikan’ dengan diri, atas luka, kecewa, amarah atau apapun yang menyebabkan semua ini. Apapun itu..

Karena luka, kecewa, amarah adalah bagian dari kehidupan, kita tidak bisa menolaknya. Kita hanya bisa memperkecil luka itu dengan menerima dan berdamai dengannya.

Sometimes we need to feel pain. Maksudnya, rasakan luka itu karena kita tahu, semuanya akan kita lewati. Kuncinya, sabar dan ikhlas.

Pada dasarnya, hal yang paling sulit kita lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri dan mengakui apa yang kita rasa..

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: