Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Dear Langit, Where have u Been?

dan hujan..selalu menuntun kita kepada kenangan…

Hujan kali ini membawaku mengingatmu, sayang. Satu-satunya teman lelaki yang teramat sangat mengerti aku. Kamu, yang selalu ada buatku, dulu. Sekarang menghilang tak tentu arah. Entah kemana.

Langit, tidakkah kau merindukanku? Seperti aku yang selalu merindukanmu? Aku rindu saat-saat kita bersama dulu. Aku rindu pada kamu yang sering memarahiku, saat aku jatuh cinta pada pria yang salah. Setidaknya itu menurutmu.

Kamu ingat, saat kita harus berpisah dulu? Saat dimana aku menangis sesenggukan karena tak mau kehilanganmu? saat itu aku benar-benar rapuh, Langit. Aku paham dengan kemarahanmu padaku. Aku yang salah memang. Tidak pernah jujur padamu, tentang dia. Tapi itu karena aku tak mau kehilanganmu sebagai sahabat. Toh, waktu itu aku tidak pernah mengabaikanmu kan? Aku masih bisa jalan sama kamu, meskipun aku sudah memiliki dia.

Langit, apa yang membuatmu semarah itu, hingga kau pergi meninggalkanku? Kamu tahu, apa yang aku rasakan saat bertemu kamu pertama kali? Kamu adalah misteri yang tidak bisa aku pecahkan. Bahkan saat kita bersama sekian lamanya.

Sepeninggalmu, aku marah, sangat marah. Karena merasa kau khianati. Kamu bahkan tidak memberikan alasan kepergianmu. Waktu itu, kamu hanya mengatakan akan pergi melanjutkan studi, tanpa memberi tahuku dimana.

kamu tau langit, aku menulis ini bukan tanpa sebab. Semalam, aku nonton bioskop bareng suami (kamu tahu kan siapa suamiku?) lalu ada sebuah cerita yang aku rasa, mirip dengan kisah kita. sampai saat ini, kamu masih saja menempati sebagian sudut di hati ini. dan tempat itu, masih akan ada untukmu.

Aku tahu apa yang kamu rasakan, langit. kamu tidak perlu meragukanku. kalau kamu tanya, apa perasaanku padamu, aku rasa, aku tak perlu menjawabnya. karena kamu pasti tahu jawabannya.

langit, bukankah sahabat itu seperti sebuah cerita yang tidak ada akhirnya? dan aku rasa, cerita kita masih belum selesai. Kamu masih berhutang banyak cerita padaku. datanglah, temui aku. Aku rindu.. pada semua kisah kita.

Ps. bukankan, kita – dua orang yang selalu saja menemukan waktu untuk berbagi cerita, canda tawa dan merasa nyaman satu sama lain? kenapa masih saja engkau tanyakan? cukup rasakan …

Miss you always,

eda

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: