Blog Competition

Gaul Tanpa Miras dan Minol

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar & judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar & beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” (Al-Baqarah – 219)

credit
credit

Zaman sekarang, siapa sih yang gak kenal dengan yang namanya minuman keras dan minuman beralkohol? Pasti kenal kan? Sejak zaman nabi, miras atau yang biasa disebut khamr ini memang sudah ada.

Bagi sebagian orang, terutama yang hidup di kota besar, seringkali menghilangkan stres di tempat-tempat hiburan malam. Ada yang bilang, kalau di tempat dugem, gak minum miras, rasanya kurang lengkap. Sebagian dari mereka bahkan ada yang berpendapat, gak kenal miras maka gak gaul. Saya pernah mendengarkan, beberapa ABG yang ngobrol-ngobrol di suatu pusat perbelanjaan di kota saya. Setelah saya nguping, ternyata arah pembicaraan mereka gak jauh-jauh dari yang namanya nongkrong, diskotek, miras, pacar dan seks. Mabuk-mabukan, sekarang ini sudah jadi hits di kalangan remaja.

Zaman dulu, miras hanya bisa ditemui di diskotek atau sejenisnya. Sekarang? Sangat mudah didapati. Kemarin, waktu saya pergi ke minimarket dekat rumah, miras dipajang begitu saja. Lha, kalau anak saya tanya, “Bunda, ini apa?” Saya harus jawab apa??? Di warung-warung kaki lima pun, banyak dijumpai miras. Harganya, dari yang murah sampai yang mahal, ada. Komplit! Padahal, itu semua sangat bertentangan dengan Keppres No 3 Tahun 1997 Tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol.

Dalam Keppres No.3 Tahun 1997, telah melarang dan menjual miras dan minol di tempat umum, kecuali di hotel, bar, dan restoran serta tempat-tempat tertentu. Namun kenyataannya banyak mini market yang lokasinya berdekatan dengan pemukiman, tempat peribadatan, sekolah, rumah sakit, dan perkantoran, menjual miras. Akibatnya, pesta miras bukan hal yang tabu lagi. Saya pernah jumpai, sekumpulan siswa SMA -entah itu sudah waktunya pulang sekolah atau belum- nongkrong sambil menenggak  miras. Parahnya, mereka mabuk masih dengan seragam sekolah di badan.

Itu baru gambaran yang ‘penikmat’ miras sejati. Lalu bagaimana dengan ‘penikmat’ miras abal-abal? Yang saya maksud di sini, mereka yang menenggak minuman setan itu karena alasan solidaritas. Parah yah? Solidaritas itu untuk kebaikan, bukan maksiat. Bahkan ada yang sampai dipukulin kalau gak mau minum bareng. “Gak gaul lu, bro.” Begitu, mereka menuduh temannya yang enggan menenggak miras.

Katanya (lagi), miras dapat membuat seseorang merasa nyaman dan fun. Tapi, apa kalian tau, bahaya sebenarnya dari minuman keras? Miras itu sangat bahaya lho bagi kesehatan. Bisa membangkitkan kanker tenggorokan, di samping menyebabkan pendarahan di tenggorokan, pembengkakan pembuluh darah di pangkal tenggorokan, radang pancreas, wasir, dan lain-lain. Bahkan bisa menyebabkan kematian. Ngeri kan? Masih juga minum miras??

Itu baru yang bahaya buat kesehatan, ada juga dampak lanjutannya. Dari segi etika, akibatnya orang yang terpengaruh miras menjadi sarang dan sumber ejekan, olok-olokan, penghinaan. Ini biasanya muncul dari mereka karena terkadang mengigau. Hal itu disebabkan karena akal sehatnya hilang dan pikirannya melayang-layang serta kepribadiaanya goncang. Nah, inilah yang kemudian memicu terjadi tindak kejahatan. Bisa pencurian, jambret, copet, tawuran, judi, perkosaan bahkan pembunuhan. Tengok deh tuh tipi, berita kejahatan sangat marak. Sebagian pemicunya, miras.

Kalau sudah begitu, bagaimana peran masyarakat dalam memeranginya? Kalau menurut saya, dimulai dari lingkungan terkecil dulu deh, keluarga.  Apalagi, yang di dalam keluarganya, terdapat usia remaja. Di sini, masa-masa mencari jati diri. Masa mencoba-coba. Ini memang usia yang paling rawan terkena dampak negatif lanjutan dari miras dan minol yang menjurus pada perilaku seks bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Keluarga menjadi titik utama pencegahan. Dengan membentengi anak dengan ajaran agama, eduaksi dan komunikasi yang baik dan benar. Sekolah juga menjadi ujung tombak. Karena sudah dari dulu, pemerintah dan kepolisian rutin menggelar penyuluhan anti miras dan narkoba di sekolah-sekolah. Lembaga keagamaan dan berbagai Ormas lainnya juga sudah pro aktif untuk memerangi miras.

credit
credit

Lalu bagaimana dengan pemerintah? Saya rasa, pemerintah juga sudah berperan besar dalam pemberantasan miras dan minol. Meski, tidak ada pegangan hukum yang jelas dan tegas mengatur tentang miras ini. Sehingga peredaran miras di beberapa daerah kian marak, terutama daerah yang tidak memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang miras.

Namun demikian, pemerintah sudah menyusun RUU Anti Miras, yang tahun ini, diharapkan digedok. Karena kebutuhan akan UU ini sangat mendesak. Di sisi lain, DPR RI juga mendesak pemerintah untuk menaikkan cukai miras. Biar harganya semakin melangit, sehingga tidak dijual sembarangan dan si pembeli juga berangsur berkurang.

Jadi.. untuk menjadi gaul, gak harus mengkonsumsi miras, minol terlebih narkoba atau hal aneh-aneh yang lain. Banyak kegiatan positif yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

  • quinie

    saya setuju untuk memfilter orang2 yang akan membeli miras/minol.
    salam kenal ya mbak.
    btw, ini ikut lomba blog anti mirasnya mbak fahira kah?

  • Fahira Idris

    Sahabat Komunitas Pejuang #AntiMiras

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh,

    Dalam berbagai kesempatan dialog, diskusi dan pertemuan lainnya, kita sepakat untuk menjadikan Gerakan Nasional Anti Miras adalah sebuah Gerakan Massal Masyarakat atas kesadaran terhadap bahaya latent yang diakibatkan oleh minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras), khususnya bagi Anak dan Remaja di bawah 21 tahun;

    Sehubungan dengan itu, kita akan melaksanakan Traning for Trainers yg akan dipandu oleh teman2 dari @KomunitasSM dan @AntiMiras_ID , pada:

    Hari/Tgl : Sabtu-Minggu 6-7 Juli 2013
    Jam TFT : 08’00-17’00 wib
    Tempat : Rumah Damai Indonesia
    Jl H Saabun No20, Jatipadang, Margasatwa Pasar Minggu, Jakarta Selatan

    kiranya Sahabat dapat mengirimkan minimal 2 orang calon peserta, yang terlebih dahulu akan diseleksi dari data yang diisi calon peserta melalui formulir:

    Keikut-sertaan Sahabat dalam upaya2 Gerakan Nasional Anti Miras, InsyaALLAH akan meningkatkan kesadaran semua stake holder terhadap bahaya minol dan miras, khususnya Pemerintah dalam mengendalikan penjualannya.

    Training for Trainers Pejuang #AntiMiras – bhadiah HP Android Samsung Galaxy CHAT h

    #BlogPost Training for Trainers Pejuang #AntiMiras

    Salam Sehat #AntiMiras
    @fahiraidris

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: