Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Gelisah…

Gelisah tergopoh-gopoh membenturkan diri ke wajahku.
Tajamnya halus menusuk dan cepat mempermainkan ujung-ujungnya
hingga terasa geli dan berakhir pedih menyakiti tubuhku.

Permainan prasangka menginjak dan membenamkan ketenanganku ke dalam bumi
menciptakan gemuruh yang memenuhi girus sulkus otakku yang lelah,
sarat dipenuhi beban pengabdian dan pemenuhan hajat.

Lamunan berteriak tanpa suara dan tanpa henti
membayangkan mata-mata yang melahap tubuh
dan aneka macam tawa mencabik kehormatan dirimu.

Langit sambil bersorak ramai tak henti-henti
melempar-lemparkan butiran dengan bersemangat,
terasa sakit perih menimpa wajahku
yang berdarah menerobos kencang tak berpayung.

Di sudut kuhentikan langkah, mencari bilik sepi
memaksakan mencari pembenaran diri sebagai wanita pejuang
Tanpa menyerah

Geli-sah membabi buta mengejar menghunjamkan terus prasangka,
dengan setia satu demi satu dilesakkan dalam-dalam di benakku.

Tertunduk berdiam diri
kuputuskan untuk menerima kehadiran siksaannya dengan senyum, lalu kujabat erat bagai sahabat,
dan kulalui hidup mesra bersamanya.

Getir kupaksakan tawa
dan kupersiapkan diriku untuk siap,
kapanpun mesti berpaling

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: