Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Kicauan Kacau

gb. nyomot dari mbah gugel
gb. nyomot dari mbah gugel

Bercerita tentang rasa yang membuatku gila. Tentang hati yang sepertinya beranjak mati. Tentang raga yang semakin lemah.

Semuanya melebur menjadi satu. Rasanya seperti diiris sembilu. Perih ini tak jua luruh.

Suara hati kian mengadu. Gaduh. Berteriak lantang. Seakan menantang. Ingin keluar.

Mendung juga enggan beranjak dari atas kepala. Menggelayut manja, tak terkira.

Entahlah.. sepertinya semua bersepakat untuk memusuhiku. Termasuk kamu. Teman baikku. Sahabatku…

Kalau saja, lidah ini tak kelu. Pasti sudah kutumpahkan semua kekesalan dan amarahku padamu. Tapi nyatanya tak bisa. Kau selalu membuatku terpaku. Sayang, kau menyakitiku teramat dalam.

Ini sudah kesekian kalinya terjadi. Tapi tetap saja aku selalu berbaik hati. Aku terlalu menyayangimu. Menyayangi persahabatan kita. Yang sudah bertahun-tahun lamanya. Dan yang pasti, aku gak mau kehilangan makhluk sepertimu dari hidupku. Kamu sangat berharga.

Biar sang waktu yang menyelesaikan semuanya. Aku hanya berharap, ketika terbangun dari tidurku nanti malam, Tuhan akan menghilangkan sebagian ingatanku tentang luka ini. Dan semuanya kembali seperti semula…

Oiya.. tentang senyum itu. Yang selalu menghiasi wajahku. Andai engkau tahu sayang.. itu hanya hiasan. Untuk menutupi luka yang kian hari kian menganga. Ah..sudahlah, kau pasti juga tak akan menanyakannya. Karena kau tak pernah peka!

xoxo!

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: