..and the blabla..

Kupingku Panaaaaas!!!

Halu tuan..
Makin ke sini makin panas aja ini telinga. Benar kata pepatah, semakin tinggi pohon menjulang, semakin kencang angin menghembusnya. Jadi ngerasa jadi selebritis dadakan di kantor 😉

Itu sekaligus makin gak betah dengan keadaan sekarang. Rasanya pengen menyerah aja. Sebenarnya kalau mau cuek bebek, beres aja masalahnya. Gak usah diladenin gitu. Tapi yang namanya eda mana bisa? I care too much! Maybe if I careless, I wouldn’t be so stressed. Aku gak bisa seperti itu. You know kan, tuan? 🙂

Mereka itu cuma bisa ngomong, “enak banget jadi sekretaris, tunjangan gede. Ada tunjangan make up dan lainnya.” Sekali dua kali di senyumin aja tuh orang. Lha kok keterusan yang ngomong begitu. Ada lagi yang bilang aku makin sombong karena gak pernah makan bareng. Astaghfirullah.. Bahkan mereka gak tau, untuk sekedar keluar makan siang aja, gak sempet.

Mereka gak tau apa-apa, sekedar mencibir, getir! Ini bukan hanya soal tunjangan besar, apalagi sekadar prestige. Lebih dari itu, tanggung jawab besar, risiko, beban kerja yang overload dan terlebih mengorbankan keluarga. Aku rasa, itu tidak sebanding dengan apa yang aku dapat.

Kalau ini hanya persoalan uang, gak mungkin aku memilih kerja di sini dan meninggalkan pekerjaan lamaku di media. Karena apa yang aku dapat di pekerjaan lamaku bisa jauh lebih besar dari ini.

Untungnya, bapakku ini orangnya sabaaaar banget. Sejak awal aku sudah dikasi nasihat. Jadi sekretarisnya bapak, harus super sabaaaaaaar. Soalnya yang diurusin sdm se-kampus ini. Ketemunya dengan berbagai macam karakter manusia. “Mba eda, jadi sekretarisnya rektor dan PR itu kan memang clusternya khusus, jadi harus tebel iman dan kuping. Harus sabar ngadepin orang. Apalagi jadi sekretaris saya.” Itu nasihat bapak yang harus saya ingat terus.

Untungnya, mba-mba sekretaris lainnya baik-baik dan banyak membantu kalau aku gak ngeh. Banyak gak ngehnya sih 😀 maklum, ini dunia baru. Masih harus banyak belajar.

Dan untungnya lagi, aku punya suami sangat baik dan mengerti. Suami yang begitu menyayangiku. Yang senantiasa memeluk dan mengelus punggungku ketika aku mengeluh tentang kejadian-kejadian di kantor. Luv u so much ayah..

Thanks for everythings, Allah.. Alhamdulillah

*ps: tuan, ini bukan sebuah keluhan. Aku hanya ingin bercerita padamu 🙂

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: