Lebih ‘Berisi’ Setelah Menikah(?)

10487349

pinjam di sini

Nemu artikel di wolipop dan serius, bikin alis saya berjingkat. Betul aja gitu dalamnya dan emang cucok dengan kenyataannya. Pasti yang statusnya udah buibu sepakat deh dengan saya. Makanya saya posting di sini.

Sebuah penelitian membuktikan, wanita yang sudah menikah rata-rata mengalami pertambahan jumlah lemak sekitar 63 persen di tiga tahun pertama setelah pernikahan. Kegemukan setelah menikah ditunjang dari perubahan gaya hidup dan lebih cuek dengan penampilan. Dikutip Red Book, ini beberapa alasan wanita menjadi gemuk setelah menikah dan tips untuk mengatasinya.

1. Mengikuti Gaya Hidup Suami
Saat Anda single, Anda dapat memakan apa saja, seperti mie instan atau semangkuk sereal untuk mengisi perut. Setelah menikah, semua ini akan berubah. Anda sudah mempunyai suami yang harus diperhatikan termasuk makanannya. Penelitian menunjukan bahwa pasangan menikah biasanya mencocokkan selera keduanya. Selera suami bisa saja membuat Anda lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula.

>> ACCEPTED! Hmmm..buat saya, tuan besar memang punya pengaruh luar biasa besar soal makan memakan. Dulu, saya ini jarang banget ngemil. Begitu kenal tuan besar waktu kuliah, wuiih..ngemilnya gila-gilaan! Diracuni bener otak saya supaya nemenin dia ngemil nglirik sinis ke tuan besar

2. Memiliki Anak 

Anda dapat mengalami kenaikan berat badan yang drastis setelah melahirkan. Biasanya, berat badan wanita naik 3 hingga 10 kg pasca persalinan. Kenaikan akan terus meningkat setelah anak semakin tumbuh. Pasangan yang sudah mempunyai anak bisa mengonsumsi 34 gram lemak dalam seminggu dibanding dengan pasangan yang belum punya anak. Kesibukan mengurus pekerjaan dan keluarga bisa membuat Anda mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, seperti pizza atau burger.

>> REJECTED! Gak sepakaaaaat! Saya masih bisa jaga body kok. Meski akhir-akhir ini naik pelan-pelan tapi pasti (etapi itu karena terapi hormon yg saya ikuti << pembelaan). Yang jelas, berat badan saya masih dibilang normal oleh kebanyakan orang >> 58 kilo dan tinggi 165. Meski buat saya itu udah beraaaaaat dibanding body saya dulu sebelum beranak yang cuma 52 kilo banting timbangan

3. Bersantai dan Makan

Setelah baru menikah, Anda pasti ingin selalu berduaan dengan suami, apalagi di waktu santai. Mungkin membaca buku di sofa atau menonton televisi berdua di rumah akan menciptakan suasana yang hangat. Namun, tidak sedikit wanita yang membawa makanan kecil sebagai cemilan pada saat bersantai dengan pasangan. “Sebagian besar waktu bersama pasangan digunakan untuk bermesraan di rumah dan selalu melibatkan makanan ketika berdua,” ujar Jeffrey Sobal, Ph.D., seorang ahli nutrisi di Cornell University, Ithaca, New York.

>> ACCEPTED! So damn trueeeee!! 😆

4. Tidak Punya Waktu untuk Diri Sendiri

Waktu Anda sehari-hari disibukkan dengan berbagai macam aktivitas. Dari mulai mengurus keluarga, pekerjaan, dan kegiatan lain yang buat Anda lupa mengurus diri. Makanan yang Anda konsumsi juga tidak diperhatikan.

>> REJECTED! Gak sepakat pake banget! Saya masih punya waktu untuk mengurus diri. Masih bisa bermanja-manja dengan diri sendiri. Masih bisa nyalon, shopping, hang out sama temen. Jadi masih bebas…(((..bebaaaaaaaaasss..)))

Tapi ya pada dasarnya semua itu kembali ke kita. Tergantung orangnya juga sik. Ada yang udah beranak pinak buanyaak tapi badannya masih segitu-segitu aja. Ada yang baru beranak satu tapi udah melar ke mana-mana. Nah saya ini, tipe-tipe yang (sebenarnya) susah melar. Karena dulu, badan saya cuma 49 kilo. Abis menyusui juga mentoknya di 52 kilo. Begitu ikut terapi hormon beberapa bulan ini, naiknya gak ketulungan. Dan si dokter udah teriak-teriak aja nyuruh saya diet kalo mau terapi (punya anaknya) berhasil..hehe.. Padahal dulu, saya pengen punya badan agak gemukan. Sekarang dikasi gemukan, eh protes. Dasar Eda! Kurang bersyukur!!!

 

Categories: Love of My Life

No comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: