Lombok Trip Day 1: Tanjung Aan yang Menawan

Assalamualaikum….

Melanjutkan cerita saya waktu ke Lombok kemarin, ya. Jadi, habis Sasak tour, saya melanjutkan perjalanan ke Tanjung Aan. Sebenarnya, Tanjung Aan ini dekat banget sama Pantai Kuta Lombok. Kalau Pantai Kuta di bagian depan, persis di pinggir jalan, maka Tanjung Aan berada agak ke dalam. Kemarin, saya cuma berfoto-foto saja di depan Pantai Kuta, trus langsung ke Tanjung Aan. Karena saya sudah pernah ke Pantai Kuta. Jadi saya minta ke guidenya untuk langsung mengantar saya ke Tanjung Aan. Oiya, Pantai Kuta dan Tanjung Aan ini sama berada di pantai Selatan.

Tahun 2013 ke sini, belum ada tulisannya itu :D

Tahun 2013 ke sini, belum ada tulisannya itu ­čśÇ

Setelah foto-foto sebentar, barulah saya menuju Tanjung Aan. Jalan menuju ke Tanjung Aan sangat kecil, dan berbatu. Jadi macam naik kapal waktu ke sana. Lumayan agak pusing juga, dengan kondisi mobil yang goyang-goyang. Tapi saya jamin, kalian tidak akan bosan. Karena sepanjang perjalanan kalian akan disuguhi pemandangan yang tak kalah indahnya. Hewan ternak, juga dilepas begitu saja. Setelah 10 menit, dan melihat hamparan pantai yang terbentang sepanjang perjalanan, rasa pusing dan letih itu hilang. Berganti dengan ucapan syukur dan senyum yang terus mengembang.

View menuju Tanjung Aan

View menuju Tanjung Aan

Saya gak sabar untuk segera turun dan bermain air di Tanjung Aan. Apalagi si Ara. Dia itu, kalau ketemu air, sama kayak ketemu saudara kembar. Maunya bareng-bareng terus (baca: nyebur).

Suasanya di Tanjung Aan tidak jauh berbeda dengan Pantai Kuta. Sepi banget. Atau mungkin karena saya waktu ke sana masih hari kerja, ya? Jadi, cuma ada beberapa pengunjung saja.

Pasirnya juga seperti di Pantai Kuta, besar-besar. Sebesar merica. Tapi begitu jalan agak mendekat ke pantai, pasirnya lebih halus. Seperti bedak bayi. Setelah mengamati pasir, saya langsung berlari ke airnya. Alhamdulillah waktu ke sana, cuacanya sedikit mendung. Jadi kami masih bisa bermain air agak lama.

Saya lalu diajak untuk mendaki bukit yang ada di dekat pantai. Katanya pemandangannya dari atas sana lebih terlihat indah. Dan benar saja. Masya Allah.. Saya tak henti-hentinya mengucap syukur dan mengagungkan Allah. CiptaanNya begitu luar biasa!

Dari atas bukit, kita bisa melihat garis pantai yang terhampar sepanjang kurang lebih 2 km. Banyak sekali bukit yang mengelilingi Tanjung Aan. Jadi kalau kalian punya banyak waktu, sempatkan untuk mendaki bukit-bukit itu.

IMG_20160324_145701

Mengunjungi Tanjung Aan memang tak cukup hanya 30 menit. Karena di sana airnya begitu tenang. Apalagi suasananya begitu enak. Tidak banyak penjual asongan yang berjualan di sana. Hanya beberapa gubung kecil di pinggir pantai, penjual air minum atau es kelapa muda, dan penyedia alat snorkling. Fasilitas di sana memang sangat minim. Tapi, yang membuat saya tidak nyaman, adalah banyak anjing liar berkeliaran. Dan tentu saja meninggalkan ‘kotoran’ di sana-sini. Jadi, kalau ke sana, harus hati-hati agar tidak menginjak ‘ranjau’.

Sama halnya di Pantai Kuta, di Tanjung Aan juga dikenal┬áRitual Bau Nyale. Ritual Bau Nyale berkaitan dengan legenda Putri Mandalika yang konon sangat cantik dan memikat hati banyak lelaki.┬áKarena tak ingin menyakiti hati lelaki manapun, akhirnya Putri Mandalika nekat menyeburkan dirinya ke laut. Nah, rambutnya yang panjang berkilau itu, konon berubah menjadi cacing nyale. Pada waktu-waktu tertentu,┬ápenduduk sekitar akan mengadakan Ritual Bau Nyale, yaitu berburu cacing. lalu, cacing itu akan dimasak untuk disantap beramai-ramai. Bisa bayangin gimana rasanya? Saya aja mual! ­čśŤ

This slideshow requires JavaScript.

Oiya, sangat tidak disarankan untuk berlama-lama di Tanjung Aan hingga menjelang malam. Karena tingkat kriminalitasnya masih tinggi. Baru-baru ini, kata guide saya, ada bule yang hampir putus tangannya karena dirampok. Jadi, buat yang ingin lebih lama tinggal di kawasan Tanjung Aan, lebih baik menginap di Pantai Kuta saja. Karena fasilitas hotel dan restoran lebih memadai.

Akses ke Tanjung Aan memang belum terlalu bagus. Apalagi belum ada kendaraan umum yang bisa mengantarkan kita sampai ke tujuan. Jadi, kalau berniat ke Tanjung Aan, dari Bandara Internasional Lombok, lebih baik naik bus Damri ke Mataram. Lalu sewa kendaraan pribadi. Kalau berniat sewa mobil, seharga 700-800k, sudah termasuk bensin dan sopir untuk 12 jam. Tapi kalau ingin lebih murah, bisa sewa motor seharga 50-80k.

Dari bandara ke Tanjung Aan, kalian yang suka dengan wisata sejarah, bisa mampir ke Cakranegara. Lalu dilanjutkan ke Desa Sade dan Pantai Kuta. Karena tempat-tempat wisata itu searah. Setelah di tanjung Aan, kalian juga bisa mampir di Pantai Seger dan Pantai Selong Belanak. Untuk dua pantai terakhir, saya juga belum sempat berkunjung ke sana. Tapi, dari yang saya dengar, kedua pantai itu tak kalah eloknya dengan Tanjung Aan. Dan relatif masih perawan, karena belum terlalu dieksploitasi.

Terus pantengin blog ini yaa.. cerita lainnya bakaln lebih seru! ~ xoxo

 

Luv,

signature eda ungu

Categories: Jalan2-makan2

5 comments

  • Gara

    Menurut saya agak jauh kalau dari Bandara ke Cakra kemudian ke pantai-pantai di selatan, Mbak, sebab Cakranegara ada di tengah kota Mataram. Tapi saya setuju bahwa ketika seseorang ingin tahu lebih banyak soal sejarah Lombok di masa kolonial, ia harus ke Cakranegara :hehe.
    Pantai-pantai di selatan memang indah-indah banget! Di dekat Tanjung An ada Batu Payung. Di dekat Selong Belanak ada Pantai Mawun, Mawi, Semeti, dan Teluk Bumbung. Ada Gunung Tunak juga (yang ini ada di blog :hihi).
    Cuma sayang kurang aman. Pemerintah dan masyarakat mesti bahu-membahu nih buat mengentaskan kemiskinan di daerah sana, soalnya tindak kejahatan itu juga berawal dari ketimpangan ekonomi dan sosial yang nyata di daerah itu.

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: