Lombok Trip Day 2: Pantai Pink, I’m In Love

Assalamualaikum….

Alhamdulillah, hari kedua di Lombok, badan makin item manis. Yeay! Akhirnya kami menuju Pantai Pink Lombok. Pantai ini terletak di Desa Sekaroh, kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Mataram. Untuk menuju ke sana, diperlukan waktu setidaknya 2 jam perjalanan darat. Melewati kota Mataram menuju Pantai Tanjung Ringgit. Baru setelah itu, pantai pink. Karena pantai Tanjung Ringgit dan pantai Pink, terletak berdekatan.

IMG_20160325_101127

Pelabuhan Tanjung Luar

Pelabuhan Tanjung Luar

Kebetulan, kemarin itu saya menggunakan jalur laut. Jadi, dari kota Mataram, kami menuju Pelabuhan Tanjung Luar, selama kurang lebih 1 jam perjalanan dengan menggunakan mobil.

Pelabuhan Tanjung Luar ini merupakan pelabuhan ikan terbesar di Lombok. Jadi, begitu memasuki areanya, bau anyir langsung terasa. Para nelayan yang selesai melaut, langsung menjual hasil tangkapannya di tempat pelelangan ikan. Laiknya pasar ikan. Berbagai macam dan ukuran ikan dijual di sana. Mulai dari kerang, cumi, kepiting, udang, tengiri, dan tongkol. Semua ikan bebas diperjual belikan di sana. Rasanya senang banget. Bisa lihat ikan fresh yang baru saja ditangkap.

Sayangnya, saya lupa mengambil foto pelabuhan ini. Karena saking excitednya saya mau nyebrang ke pantai pink.. huhuhu.. Padahal, aktivitas jual beli di pasar ikan ini, sayang banget untuk dilewatkan. 🙁

Sewa Boat ke Pantai Pink

Setelah sampai di Tanjung Luar, kami langsung digiring ke dermaga untuk naik boat yang telah kami sewa. Untuk private boat, kita harus merogoh kocek sebesar 800-900k untuk pulang pergi. Sementara untuk public boat, sekitar 20-30k/orang untuk sekali jalan. Harga sewa perahu ini memang lebih mahal dari sewa perahu di Gili Trawangan. Karena memang letaknya lebih jauh.

Ara yang nemplok terus sama saya, terlihat cengengesan, begitu tahu kami akan menyeberang menggunakan perahu motor. Jarang-jarang banget di Surabaya naik perahu, kalau nggak rekreasi ke Kebun Binatang Surabaya dan Kenjeran. 😆

Dari Tanjung Luar menuju Pantai Pink, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Tadinya, saya khawatir mual di tengah perjalanan, mengingat waktunya yang lama. Tapi ternyata tidak, Alhamdulillah. Kekhawatiran saya terobati dengan pemandangan yang luar biasa indahnya. Apalagi di tengah perjalanan, guide dan nahkodanya sangat baik. Selalu memberitahu kami tentang pulau-pulau dan bukit-bukit yang kami lewati.

Setidaknya ada beberapa gili yang kami lewati. Seperti Gili pasir, dan gili patelu. Gili pasir ini berupa gundukan pasir yang berada di tengah-tengah laut. Sayangnya, kami tidak turun di gili pasir. Hanya melihatnya dari jauh. Trus ada pulau yang katanya berisi ular. Guide mengajak saya untuk turun ke sana. Tapi saya ogah! Ngeri kakak. Apalagi, yang bermukim di sana, kebanyakan ular air yang terkenal racunnya. Kalau dipatok ular kan, pulang tinggal nama. 🙁

Beberapa gili di sekitar Pantai Pink itu, sekarang juga lagi naik daun. Banyak wisatawan yang menyewa perahu nelayan untuk diantarkan ke pulau-pulau itu. Harga sewa boat buat keliling ke pulau-pulau itu sekitar 200-300k per boat.

Pantai Pink = Pantai Tangsi

Setelah kurang lebih 30 menit terombang-ambing di hatimu laut, akhirnyaaaa… Pantai Piiink Here we cooooomeeee! Masya Allah.. Warbiyasak indahnya. Dari sekira satu kilo aja, saya udah pengen nekat nyebur. Kalau gak ingat saya gak bisa berenang bawa baju ganti, pasti udah langsung lompat ke air.  Jernih airnya itu lhoo… #GagalMoveOn

Airnya begitu terlihat jernih dan biru. Hijau kalau udah mendekat daratan. Pasir putihnya terlihat berkilau merah muda terkena sinar matahari. Dan yang paling nyenengin, tempatnya sepi, sodarah! Macam private beach, pokokna! I feel freeeeee… #KataTanteInces. hahaha…

Oiya, nama pantai pink ini sebenarnya adalah Pantai Tangsi. Namun karena pasir putihnya bercampur dengan pecahan terumbu karang yang berwarna merah, maka ketika terkena sinar matahari, terlihat berwarna merah muda. Istimewa! Karena di dunia hanya ada delapan pantai Pink. Salah duanya ada di Indonesia, di Lombok dan di Flores. What a wonderful Indonesia, eh? Ooh… I love being an Indonesian. Alhamdulillah.

Begitu turun, Ara langsung girang luar biasa. Sudah gak sabar pengen nyebur ke laut dan bermain pasir. Tapi, si mas guide malah ngajak kami untuk singgah dulu di sebuah warung di pinggir pantai untuk istirahat sejenak.

Ofkoooors.. Ara ngrengek-ngrengek terus minta segera ganti baju dan nyemplung. Tapi, bukan Eda namanya kalau gak bisa membujuk anak kicik itu dengaaan…….

.

.

.

.

.

.

Pop Mie!

.

.

.

.

.

.

Huahahahaha… dari di dalam pesawat menuju Lombok, dia udah pengen pake banget makan pop mie. Gara-garanya, anak seusianya di belakang kursinya, memesan pop mie dan dia tergoda sama baunya.. huaahahahahaha…

IMG_20160325_111650

Pop mie penyelamat saya 😀

Anak kicik beres dihandle! ketawa setan

Bawa Bekal Sendiri

Perhatian buat yang berencana ke Pantai Pink. Di sini, fasilitas tidak seperti di Gili Trawangan atau Pantai Kuta. Di sini sarananya sama dengan Tanjung Aan. Jadi, pengunjung diwajibkan bawa makanan sendiri dari kota. Ada sih warung, tapi cuma menyediakan minuman dan makanan ringan. Biasanya, yang mengambil paket tour ke Pantai Pink, selalu ditawari jenis makanannya, mau nasi kotak atau sea food. Kebetulan, saya mau yang sea food. Jadi, si nahkoda kapal, sudah menyiapkan ikan segar, nasi putih, plus beberapa jenis masakan hasil tangkapan laut lainnya.  Ikan bakar itu nanti dibakar di warung-warung yang ada. nahkoda juga yang memasaknya. Saya terima beres dan tinggal ngunyah aja. hahaha…

Sambil menunggu ikan beres dibakar, saya gantiin bajunya Ara, trus ngajak dia main-main air bentar. Abis itu balik lagi ke warung buat makan. Kelar makan, hajar bleh!

Kami diajakin naik ke bukit buat lihat pemandangan Pantai Pink dari atas. Masya Allah… berasa di surga dunia. Di atas, ada spot foto menarik. Semacam tanjung yang menjorok ke laut gitu. DI situ kami lelah harus sabar menunggu antrean untuk berfoto. Ada yang foto gaya standar dengan dua jari dipamerin #Peace, foto gaya pelukan dengan pasangan, dan ala ala foto model.

Dan tentu saja, semua foto itu terupload di media sosial. Kekinian banget, kan? Saya juga.. hahaha.. #Plak

Trus, Ara yang mulutnya asal njeplak seperti emaknya, langsung nyeletuk, “Bun, orang itu lho, kok gak malu yah. Pamer aurat. Kan dosa!” kata Ara sambil nunjuk mba-mba berbikini pink, yang berpapasan dengan kami. wahahaha…

Puas foto-fotoan, kami langsung menuju keee……………….

 

 

pantaiiiiiii..

 

Anak pantai kan, yes! digampar duit

pink3

I luv this pict so much! she looks so happy! :*

Sambil nungguin ara berenang gaya shiro dan main pasir, saya asyik pepotoan foto-fotoin pemandangan. Ya Allah, kayanya saya gak mau pulaang dari sana. Etapi trus inget, di sana gak ada penginapan sama sekali. hahaha..

Oiyaaaa… di bukit sisi lainnya, terdapat goa bersejarah peninggalan Jepang. Katanya, di tempat ini dulunya tempat pernah digunakan sebagai barak tentara Jepang ketika mendarat di Lombok sekitar tahun 1942. Selain untuk tempat persembunyian, goa ini jadi tempat untuk mengintai musuh (sekutu) karena letaknya yang strategis dan langsung menghadap pantai.

Kalau ingin snorkling, bisa aja. Gak perlu jauh-jauh ke tengah laut. Di pinggir pantai dekat goa Jepang itu, bisa dipakai buat snorkling. Dari sana, bisa dilihat berbagai biota laut. Alat snorklingnya jangan lupa baw sendiri, karena tidak ada jasa penyewaan alat-alat snorkling. 😀

Yang berniat ke Pantai Pink, jangan lupa bawa sunblock yaaa.. ntar kaya saya lho. Makin gosong! Trus, pulang sebelum jam 4 sore. Karena boatnya terbatas kakak, di sana juga gak ada penginapan. Emang mau, gegoleran di atas pasir? 😆

Jangan lupa, terus pantengin cerita liburan haratis saya, yang dikasi sama telunjuk.com dan tripvisto.com yaaaa… yaaaaaa… yaaaaaaaa… Plis! 😆 ~ xoxo

 

Luv,

signature eda ungu

 

 

Categories: Jalan2-makan2

26 comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: