Mood Swing

Assalamualaikum….

Akhir-akhir ini, gak tau kenapa, suasana hati gak enak pake banget. Sebentar happy, sebentar sedih. Sebentar ketawa-ketiwi, terus tiba-tiba yang pengen nangis banget. Saya sendiri juga bingung. Ngswing banget lah. Macam roller coaster yang lagi terjun bebas dari atas. Dan ini gak terjadi sehari dua hari, tapi udah hampir sebulan. Wajar gak, sih?

Sekitar dua minggu yang lalu, moodnya yang parah separ-parahnya. Senggol bacok, gitu. Saya sampai gak berani lho, berinteraksi dan ngobrol-ngobrol yang panjang-panjang sama orang-orang di sekitar. Takut salah ngomong dan malah nyakitin hati lawan bicara. Jadi semacam puasa bicara gitu deh.

Di rumah, sampai tuan besar kena imbasnya. Tiap ngomong apa dikit, dan saya gak enak dengernya, langsung deh. Kumat! Pokoknya, tuan besar kelihatan serba salah di depan saya. Maaf ya, mas. :*

Tapi Alhamdulillah, akhir-akhir ini sedikit membaik. Ya meski masih juga yang tiba-tiba menye-menye gitu. 😀

Mood Swing

Apa sih mood swing itu? Perubahan suasana hati dalam waktu singkat. Kalau kata anak sekarang sih, mood swing itu adalah fase dimana kita mendadak bete. Mau ngapain aja gak enak, serba salah, dan sejenisnya. Nah, perubahan suasana hati ini dapat dipengaruhi oleh banyak sekali faktor. Termasuk kondisi internal dan eksternal dan lingkungan.

Mood dapat didefinisikan sebagai status psikologis seseorang pada waktu tertentu. Status ini dipengaruhi oleh sebuah proses yang melibatkan kegiatan saraf otak dan sistem saraf pusat. Respon di otak dan sistem saraf yang dihasilkan oleh apa yang dikenal sebagai neurotransmiter, yang mengaktifkan reaksi kimia tertentu yang mempengaruhi fisiologi serta biologi dalam tubuh manusia. Beberapa neurotransmitter, seperti serotonin dan dopamine, dapat mempengaruhi perubahan yang digambarkan sebagai kebahagiaan atau kesedihan.

Penyebab

Penyebab mood swing pada wanita paling umum didasarkan pada hormon. Kadar hormon berfluktuasi terus-menerus sepanjang hidup seorang wanita. Dimulai dengan masa pubertas, melalui kelahiran dan terus berlanjut sampai tahap menopause. Tingkat fluktuasi hormon, terutama estrogen dan progesteron, dianggap sangat mempengaruhi status fisiologis dari kebanyakan wanita. Termasuk PMS, wanita hamil dan menopouse di dalamnya.

Beberapa hari lalu, saya bahkan sempat iseng-iseng nyoba test depresi di blognya Ryan. Kok ya kebetulan banget, pas saya lagi menye-menye, si Ryan share blogpostnya tentang depreasi. Sepertinya dia posting tentang depresi karena waktu itu banyak terjadi kasus bunuh diri. Setelah saya coba menjawab beberapa pertanyaannya, hasilnya saya dinyatakan Mild Depression. Saya lupa apa saja pertanyaannya, sila kunjungi blog Ryan. 😛

Berdasar hasil tes iseng-iseng itu, akhirnya saya cari tahu mengenai mild depression. Alhamdulillahnya, itu depresi ringan yang semacam stress gitu deh. Sama banget dengan ciri-ciri yang saya alami. Padahal sebelumnya udah kalut aja, dengan hasilnya. Jangan-jangan saya gila. hahaha

Pekerjaan menjadi faktor utama penyebab stress. Tapi untungnya, saya masih bisa kerja dengan baik dan benar di kantor.

Solusinya? cari angin di luar. Jadi, saya punya alasan ngajak tuan besar pergi luar kota. hahaha…

Sekarang, Alhamdulillah, udah jauh lebih baik. Secara gak langsung, berkat bantuan teman-teman di geng sebelah juga yang selalu rame di WAG dengan celetukan-celetukan dan guyonan-guyonan segarnya.

Mudah-mudahan mood swing yang saya alami, bukan karena PMS. Tapi karena tanda-tanda kehamilan. Boleh diaminkan? Aamiin… terima kasih. 😘

Luv,

Categories: ..and the blabla..

4 comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: