Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Pada Suatu Titik..

Sampailah aku pada suatu titik, di mana aku harus berhenti. Tenang saja, ini hanya untuk sementara. Aku akan mengumpulkan kekuatan, lebih besar mungkin, kemudian akan aku pergunakan untuk berlari sekuat tenaga.

Sampailah aku pada suatu titik, di mana aku harus berdiri. Kemudian memandang sekeliling, tentang apa yang terjadi. Hmm.. mungkin, melihat kepada diriku sendiri.

Sampailah aku pada suatu titik, di mana aku harus terduduk dan menunduk. Bukan untuk meratapi diri. Tapi mengevaluasi.

Ternyata, banyak yang salah di sini. Di hati ini. Di diri ini. Di tubuh ini. Ada banyak jiwa terlukai, tersakiti atau bahkan terkhianati.

Akhirnya, sampailah aku pada suatu titik, di mana aku kian menyadari semuanya. Tentang rasa yang kian merekah. Tentang hati yang ternyata cinta mati. Tentang raga yang harus dijaga kesehatannya. Tentang lelaki yang setia menemani. Juga tentang malaikat kecil pelipur lara hati.

Dan pada suatu titik, setelah semua ini bergulir. Banyak bayang terlintas dalam pikiran tak berhenti. Tersudut namun tak memiliki tepi.

Biarlah semuanya melayang-layang. Asal ada kau di sampingku sayang…

jakarta, 140413

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: