[Review] I am Hope: Harapan Itu Selalu Ada

Assalamualaikum…

Karena sudah lama sekali saya gak menulis review film, kali ini saya mau menulis review film I’m Hope: Harapan Itu Selalu Ada.

Hope Is Awaking Dream 

– Aristotle –

Sinopsis:

Aku Mia, seorang pemimpi. Aku percaya setiap mimpi bisa jadi nyata.

Film ini bercerita tentang perjuangan seorang gadis bernama Mia, 23 tahun, untuk mewujudkan mimpinya di dunia teater. Impian itu nyaris saja terkubur, ketika dia divonis menderita kanker stadium 3. Penyakit yang sama, yang merenggut nyawa ibunya.

Mia (Tatjana Saphira) ini berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Raja Abdinegara (Tio Pakusadewo) adalah seorang komposer tenar, dan ibunya Madina Abdinegara (Feby Febiola) seorang penulis dan sutradara teater yang juga terkenal. Kehidupannya yang begitu sempurna seperti di negeri dongeng, mulai goyah, ketika ibunya terkena kanker, dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Harta yang dimiliki, sedikit demi sedikit ludes. Sepeninggal ibunya, Mia dan ayahnya, hidup dengan sangat sederhana.

Jpeg

Tepat di ulang tahunnya ke-23, Mia divonis dokter (Ray Sahetapy) menderita kanker stadium 3. Mia tidak tega mau menyampaikan hal tersebut kepada ayahnya. Apalagi, sesampainya di rumah, ayahnya menyiapkan kejutan ulang tahun sederhana. Tapi, akhirnya Mia tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Mia tiba-tiba menangis, dan ayahnya seakan langsung bisa menangkap maksud tangis Mia.

Jpeg

Mia waktu menjalani kemo pertamanya

Di tengah kekacauan hidupnya, Mia selalu ditemani dengan Maia (Alessandra Usman), perempuan bernuansa pelangi, teman khayalan si Mia. Maia ini yang selalu menjadi penyemangat Mia menjalani kehidupan.

Suatu hari, Mia mengunjungi salah satu kantor PH ternama milik Rama Sastra (Ario Wahab). Dia berniat menyerahkan naskah yang dibuatnya. Sayangnya, sang sutradara tidak berada di kantor. Mia hanya bisa menitipkan naskah itu kepada asistennya. Dalam perjalanannya pulang, Mia melihat poster pertunjukkan teater. Dia tertarik untuk melihatnya.

Jpeg

Jpeg

 

 

 

 

Di sanalah, Mia bertemu David (Fachry Albar), salah satu aktor tampan yang membuat hatinya dagdigdug. Usai pertunjukkan, Mia dipaksa Maia untuk mendatangi David yang sedang duduk sendiri. Akhirnya mereka berkenalan dan bertukar nomor hp.

Jpeg

Mia akhirnya dibantu David untuk menyerahkan naskahnya ke Rama Sastra. Upaya David dan Mia akhirnya berhasil. Rama menyukai naskah yang dikirimkan Mia. Seakan menemukan kembali harapannya yang sempat redup, Mia berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya. Sampai akhirnya, kondisi Mia drop, dan Mia diharuskan untuk melakukan operasi pengangkatan sel kanker.

Jpeg

Mia frustasi. Ketakutan. Apalagi bayangan tentang ibunya terus menghantuinya. Keteguhan ayahnya dan Maia, pada akhirnya menguatkan Mia. Maia pun terus memberikan dorongan kepada Mia, bahwa mimpinya tidak boleh berhenti. Pertunjukkan yang sudah diimpikannya harus terus berjalan. Apa yang mereka mulai, harus segera diselesaikan.

Jpeg

happily ever after

Terus lanjutannya gimana? Nonton sendiri deh. Rugi kalo gak nonton! 😛

Apalagi film ini niatnya mulia banget. Memberikan harapan baru pada seluruh penderita kanker.

Film ini diproduseri Wulan Guritno, si kembar Amanda dan Janna Soekasah, yang sekaligus penggagas gerakan gelang harapan. Tidak main-main, gelang harapan didesain oleh Ghea Panggabean dari Kain perca pelangi jumputan. Gelang harapan ini dijual seharga 100 ribu. Hasil penjualan gelang akan disumbangkan kepada para penderita kanker.

Saya sangat berharap, banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi dengan proyek mulia ini. Karena semakin banyak gelang harapan terbeli, semakin besar harapan disebar hingga ke pelosok-pelosok daerah di Indonesia.

Etapi, saya kok gak sreg dengan si Fachry Albar. Agak gak pas, kaku gitu mainnya.

Di awal muncul, saya pikir david adalah seorang pecandu. Karena dia tampil dengan mata merah, ngomong terbata-bata seperti orang ngfly.

Ternyata dugaan saya salah. Tidak ada cerita apapun tentang david. Kecuali dia adalah aktor berbakat. Sayang banget, jadinya. hahaha.. maap ya penggemar Fachry Albar 😛

Jpeg

suka banget liat Maia

Jpeg

bapak-bapak penunggu embak-embak

Nungguin jam 4.30 sore itu lama sodarah! Akhirnya, saya ajaklah tuan besar puter-puter mall, sambil cari makan << aslinya ngebujuk sih, biargak mencurengs and de merenguts. 😆

p_20160221_154154.jpg

mas-mas ganteng kesayangan

Jam 4.30, saya nanya ke mba-mba SPG yang jaga booth I’m Hope. Abis dibagi tiketnya, kami masuk ke teater.

p_20160221_160644.jpg.

Nah, yang bikin SENGSARA, abis nonton, gak ada info apapun. Yang katanya mau ada jumpa pers sekaligus meet and greet dengan pemain dan sutradaranya, NON SENSE! Gondok deh eyke, cyn. Etapi pura-pura, sih, gak gondok beneran.. huahahah..

Mana lagi kakak-kakak yang dari komunitas itu, gak datang kan, ya. Jadi kami bingung. Mau nanya ke siapa buat acara jumpa persnya. Ternyata, jumpa persnya udah lewat. Pas kami nonton, meet and greetnya berlangsung di atrium. huhuhuu… Hati hayati lelah bang, dipermainkan terus.

Karena si tuan besar udah cool aja (baca: bete), saya pun memutuskan pulang. Ndilalah kersaning Gusti Allah, waktu turun itu, ketemu sama artis-artisnya masuk ke salah satu resto. Saya sih udah bete, jadi tetep aja pulang.

Di jalan, saya langsung protes ke koordinator penyelenggaranya. Lain kali, kalo ngurusin event, yang profesional. Jangan sampai kami merasa dipermainkan.

Eniwe, saya terima kasih banyak lho, buat Aya dan Ika, yang udah berjuang keras menembus barikade para artis itu.. hehehe.. Mereka dua yang akhirnya menyampaikan protes kami ke Wulan Guritno. Kata Wulan, semuanya di luar kendali mereka. Karena tim mereka terbatas. Dan Wulan minta maaf dan merasa menyesal dengan semua yang terjadi.

So, kalo kalian ngakunya warga negara Indonesia yang cinta banget sama negeri ini, nonton gih film karya anak bangsa. Jangan melulu nonton film bollyhollywood. Gak kalah ketjeh, kok!

Jpeg

Gelang Harapan

Selamat menonton yaaa.. jangan lupa beli juga gelang harapannya. Karena HARAPAN ITU SELALU ADA.

Luv

signature eda ungu

Categories: Rak Buku - Film - Lagu

42 comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: