‘Sadari’ Sejak Dini

Assalamualaikum…

‘Sadari’ Sejak Dini? Apa yang harus disadari sejak dini? Berbicara tentang masalah kesehatan, memang gampang-gampang susah. Ada orang yang sebodo amat, ada juga yang sangat concern banget terhadap kesehatan. Kayanya, saya orang yang berada di tengah-tengah orang-orang itu deh. Baru bertindak kalo udah kejadian. Padahal tindakan preventif itu kan jauh lebih baik, yes? 😀

1395053037

Tapi kalau untuk yang satu ini, hukumnya wajib untuk WASPADA! KANKER. Pembunuh papan atas ini, di tahun 2013, berada di urutan ketujuh, di Indonesia, dan kedua di dunia. Serem? Banget!

Sebagai seorang wanita, tentu saja saya sangat khawatir dengan penyakit satu itu. Apalagi, kanker serviks merupakan pembunuh nomor wahid, yang mengintai wanita, di Indonesia. Disusul dengan kanker payudara, yang berada di urutan kedua, penyakit pembunuh wanita.

Ngeri banget yaa??

kanker-130907b

source: liputan6.com

Saya punya pengalaman dengan kanker ini. Beberapa tahun lalu, saya pernah mengalami yang namanya nyeri di bagian vital saya. Juga disertai dengan keluarnya cairan putih kental kehijauan. Itu saya alami sekitar hampir 6 bulan.

Awalnya, saya mengira kalau itu sekadar keputihan biasa, menjelang periods. Atau bisa juga sebagai pertanda, kalau tubuh saya sedang down, atau capek pake banget. Kalo saya capeknya kebangetan, biasanya saya mengalami keputihan yang lumayan parah. Tapi akan berakhir dalam beberapa hari.

Tapi yang ini kok ya gak selesai-selesai dalam 6 bulan lebih? Setelah melewati deramah yang panjaang, (okoknya beneran drama banget waktu itu) saya berani periksa ke klinik khusus kanker. Deg-degan pake banget.

Di klinik, saya menjalani berbagai tes, di antaranya kanker serviks dan kanker payudara. Beruntung, dokternya baik pake banget. Saya yang tadinya malu-malu, jadi lega mau curhat ini itu.

Waktu dokternya mengoleskan cairan (ntah apa namanya) di bagian vital, untuk mengetahui kanker seketika, saya yang deg-degan gitu. Tapi gak lama, dokternya langsung bilang ‘bersih’. Alhamdulillah.. Di bagian payudara juga, Alhamdulillah bersih.

Trus kenapa dong itu? Menurut dokternya, saya mengalami infeksi di saluran serviks. Saya beruntung banget, buru-buru datang ke dokter untuk periksa. Kalo saya biarkan lama, bisa memicu terjadinya kanker serviks. Dieng! Tapi saya beneran legaaaaa.. saya masih bisa mencegah ‘pembunuh’ itu bersarang di tubuh saya.

Saya menjalani rangkaian pengobatan itu selama kurang lebih 6 bulan. Obatnya jangan ditanya. Buanyaaaak.. Dari yang vaginal sampai oral. Alhamdulillah, setelah itu, semuanya kembali normal.

Oiya, waktu pemeriksaan payudara, saya disuruh tidur telentang, dan angkat kedua tangan ke atas. Si dokter meraba-raba melakukan pemeriksaan. Saya juga diajari cara memeriksa payudara sendiri, untuk di rumah.

Caranya sama. Tapi bisa dengan berdiri juga kok. Tinggal berdiri di depan cermin, trus angkat tangan ke atas, dan raba area sekitar ketiak dan payudara, dengan tangan satunya. Gampang kok. Kalau menemukan benjolan, yang lama gak hilang juga, langsung periksa ke dokter, deh.

Cerita kanker gak berhenti sampe di situ. Kakak ipar (laki-laki) saya, berpulang ke Rahmatullah, beberapa tahun lalu, karena kanker yang bersarang di otaknya. Ini yang beneran bikin saya sedih. Saya tahu banget gimana perjuangan kakak ipar saya (biar gak panjang, saya lanjutin dengan sebutan MAS aja ya) melawan kanker yang dideritanya.

Beberapa tahun sebelum meninggal, mas saya ini sempat dirawat di RS selama beberapa bulan. Setelah beberapa bulan dirawat, mas saya sembuh. Meski RS belum menemukan sakit yang diderita mas saya.

Beberapa tahun kemudian, tiba-tiba bagian mulut mas saya, semacam mengalami stroke. Mulutnya menceng gitu. Sehingga susah dibuat ngomong. Tak lama kemudian, fungsi syarafnya mulai terganggu. Bagian tangan dan kakinya, bergerak-gerak terus tanpa bisa dikontrol. Sejak itu, mas saya dirawat (lagi) di RS, sampai berbulan-bulan (juga). Saya cuma bisa nangis, lihatnya.

Kondisinya terus menurun. Sampai gak bisa ngomong sama sekali. Makan juga sudah gak bisa, dan harus dipasang sonde. Berbagai jenis tes ini itu, masih terus dilakukan dokter. Karena memang masih belum ditemukan penyebabnya. Sampai beberapa bulan menjelang kepergian si mas, dokter akhirnya mendeteksi penyakitnya. Kanker otak!

Waktu itu, tubuh si mas, tinggal tulang berbalut kulit. Sudah tidak bisa ngapa-ngapain selain minta pulang. Kemoterapi sudah dilakukan. Berbagai macam pengobatan juga sudah. Tapi tidak ada hasilnya. Sampai akhirnya dokter menyerah. Dan pihak keluarga si mas meminta agar si mas dibawa pulang saja dan dirawat di rumah.

Terakhir di rumah sakit, si mas masih sempat memanggil saya, meski dengan bahasa isyarat. Dia meminta maaf pada saya dan keluarga saya. Nulis ini, saya kok ya mbrebes mili :((

Waktu di rumah, saya juga masih sempat menjenguk beberapa kali. Waktu itu, si mas sudah tidak bisa mengenali siapa pun. Termasuk kakak saya (isterinya) dan anak-anaknya. Tiga hari kemudian, si mas berpulang.. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..

Dari kejadian-kejadian itu, saya mulai aware dengan yang namanya kanker. Gimana? Hidup Sehat! Termasuk tidak lagi ugal-ugalan makan junkfood. Yes. Saya pecinta junkfood garis keras. Tapi itu duluu.. Sekarang udah lumayan berkurang. Saya sekarang sedang berusaha untuk menjaga pola makan aja, dengan perbanyak makan sayur dan buah, meskipun sayurnya dikit, buahnya dibanyakin (balada emak-emak gak doyan sayur). Kurangi penggunaan penyedap masakan. Pakai trio bawang plus gulgar aja, sudah enak kok. Trus, rajin olah raga. Oiyaaa.. jangan lupa minum air putih yang buanyaaaaak yaaa.. Udah, itu aja kuncinya.

Satu lagi, buat boebo yang sudah menikah dan beranak macam saya, hukumnya wajib ya papsmear. Paling tidak setahun sekali. Kenapa? Karena aktivitas seksual merupakan salah satu predisposisi kanker serviks. Papsmear dianggap 90% mampu mendeteksi gejala kanker leher rahim. Kalau ketahuan dari awal kan, potensi untuk sembuhnya sangat besar.

So, let’s fight! Fight, fight, fight!

finish the fight REV

luv,

signature eda ungu

ps. Tulisan ini sebagai bentuk dukungan saya pada kampanye kanker di bulan Oktober. Gapapa yaa.. meski telat banyak 😀

Categories: Blog Competition, Health and Beauty

23 comments

  • dani

    Edaaaa. Makasih ya sudah dishare ceritanyaaa. Memang awareness tentang kanker di Indonesia belom terlalu luas kayaknya ya. Semoga banyak yang bisa mendapatkan manfaat dari postingan ini. Semoga menang ya Da! 🙂

  • denaldd

    Ikut berduka untuk masnya ya Eda. Terima kasih sudah berbagi tulisan bermanfaat ini. Sama satu lagi Da menambahkan tips yang diatas, selalu berpikir positif. Karena dengan pikiran positif, jiwa dan raga akan selalu senang dan berdampak ke sehat juga.

  • alrisblog

    Saya juga berusaha memulai hidup sehat. Mengusahakan makan nasi sehari sekali saja, siang. Mengurangi gula, ganti dengan madu. Puasa sekali seminggu. Dan lain-lain.
    Olahraga rutin saja yang susahnya saya belum bisa melakukannya. Tapi lumayanlah tiap hari saya jalan kaki minimal selama 20 menit.
    Kalo makan junkfood saya jarang sekali, dalam setahun bisa dihitung dengan jari tangan, saking jarangnya, hehe…
    selamat menjalani hidup sehat.

  • febridwicahya

    Bener ya :’ hal kayak gini emang harus disadari sejak dini :’ soalnya kita nggak tau juga kapan diserang penyakit ini :’ dan juga sering menyepelekan hal kecil yang mungkin salah satu tanda awal berkembangnya penyakit ini :’

  • agoesman

    untuk saat ini intinya bagaimana menjaga pola hidup sehat…pola makan sehaat..tidur cukup/istirahat cukup ya…
    but ngeri juga dengerin masalah kanker nomor wahid ini serviks dan payudara…sekali lagi preventiv lebih baik
    salam..

  • Ceritaeka

    Untunglah cepat ke dokter ya maaak.Nggak kebayang kalo telat 🙁
    Aku juga udah lama nggak pake penyedap masakan. Di rumah bumbunya ya baput, bamer, merica and sedikit garam. Buah banyak. Mau mulai makan sayur sebanyak dulu lagi nih. TFS ya mak.Stay safe!

  • niaharyanto

    Iya, SADARI memang penting banget. Aku rutin melakukannya. Udah 2 kali aku kena benjolan di payudara. Alhamdulillah, bukan kanker atau pun tumor. Tapi mastitis. Benjolan yang biasa ada pada ibu menyusui. Yang pertama harus dibedah dan yang kedua cuma dikasih antibiotik plus obat-obatan lain. Alhamdulillah sembuh. Sekarang ada benjolan lagi. Minggu depan mau periksa. Semoga tidak serius. Ayo SADARI sekarang juga. Semangaaaaat! 🙂

  • Evi

    Baca-baca tentang kanker di mana saja, selalu bikin bulu kuduk merinding. Memang selain mencegah dengan berusaha hidup sehat, langsung memeriksakan begitu ada tanda-tanda tak beres di tubuh itu harus banget ya Mbak. Selain pemeriksaan rutin tentu saja…
    Alahmdulillah 6 bulan mengalami masalah akhirnya beres ya Mbak Eda 🙂

  • Sekar

    Jadi inget saya abis nuis artikel tentang kanker serviks di salah satu web. Cara mencegahnya sebetulnya gampang, tapi sering jadi susah cuma karena kita malas. Malas makan buah, malas banyak minum air putih, malas istirahat cukup, malas olah raga. Oh ya! olah raga ini nih cobaan terberat, Bu.

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: