Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Seandainya….

Hari ini aku merasa ada suntikan energi luar biasa. Ntah dari mana itu. Yang kutahu, hari ini aku akan bertemu dengan pangeran hatiku. Pangeran yang selama ini hanya kutemukan dalam mimpiku. Hari ini, pangeranku itu akan mewujud nyata.

Senja ini aku bergegas ke stasiun kereta api Gubeng. Aku harus menjemput seseorang special di sana. Pertemuan ini sangat kunantikan, begitu juga dengannya. Kulirik jam di pergelangan tanganku. Sudah menunjukkan pukul 17.30. Seharusnya kereta yang membawa pangeranku sudah sampai. Sedikit cemas, bolak-balik aku keluar masuk ruang tunggu kedatangan. Tiba-tiba HP ku bordering. Sebuah sms masuk. Yah..dari kekasih jiwaku. Dia sudah turun dari kereta rupanya.

Aku bergegas menyusul ke arahnya. Senja ini, merupakan pertemuan pertama kami. Tapi aku rasa aku sangat bisa memastikan mana pujaan hatiku.

“Nah..itu dia,” kataku tercekat. Yah..tak salah lagi. Aku sudah menghafal betul raut mukanya dari foto-foto yang dikirimkannya padaku.

Seorang pria dengan tinggi 175, berambut lurus, bermata elang, berkulit putih. Cowok itu, rupanya dia juga menghampiriku. Seulas senyum tersungging di bibirnya. Yah..aku tak salah lagi. Itulah dia, pangeranku.

“Dhani?,” tanyaku.

“Iya, Ade kan,” dia balik bertanya.

Aku menjabat tangannya erat. Seakan-akan ingin menyalurkan semua kerinduanku yang selama ini terpendam. Ah..tangan itu..bahkan sampai saat ini aku masih ingat betul kelembutan tangan itu. Tangan yang pernah membelaiku.

“Jadi kita kemana?,” tanyanya.

“Kita ke hotel aja dulu nyimpen barang-barangmu, abis itu kita jalan-jalan,” jawabku.

Tiba-tiba Dhani memelukku, erat. Hatiku kian berdetak tak menentu. Aku senang, aku bahagia. Akhirnya aku bisa merasakan pelukan hangatnya. Pelukannya kian erat padaku.

“Aku sayang kamu Ade,” ucapnya persis di telingaku.

Aku makin mempererat pelukanku. Tak peduli dengan lirikan orang. Yang penting aku bisa meluapkan semua rasa rinduku padanya. Pertemuan ini sudah sangat aku nantikan. Rinduku harus kutuntaskan.

*

Ketika mataku membuka..ternyata guling yang kupeluk erat. Dhani…dimana kamu? Aku mengingat-ingat semuanya. Ah..ternyata cuma mimpi. Mimpi yang begitu indah. Teramat sangat indah. Hingga rinduku tersalur sudah. Seandainya itu nyata… Hari ini, aku mulai menabung rinduku lagi..

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: