..and the blabla..

Sebuah Cerita di RS Bersalin

Kemarin, waktu pulang kerja agak sorean, saya langsung mampir ke RS bersalin tempat saya biasa dirawat. Tapi kali ini tanpa suami, karena ada banyak kerjaan. Setibanya di sana, dokter SPOG saya, ternyata lagi sibuk nolongin pasien melahirkan. Saya tunggulah di depan ruangannya. Lumayan lama. Sampai kemudian, mba bidan (yang juga biasanya membantu perawatan saya) muncul menggendong seorang bayi yang baru lahir sambil tergopoh-gopoh dari dalam ruang bersalin. Mba bidan itu lalu tanya ke saya, “Mba eda, suaminya mana? Minta tolong adzanin bayi ini yah.” Saya melongo, lalu menjawab, “Aku sendiri mba, emang bapaknya mana?” Si mba bidan lalu menjawab kalau bapak dari bayi itu gak bisa adzan. Mendengar jawaban mba bidan itu, saya langsung lemas. Ya Allah.. kok bisa yah.

Mba bidan itu terus mencari lelaki yang mau membantu adzan di telinga si bayi. Pasien hamil di sebelah saya juga dimintai tolong, karena kebetulan dia sama suaminya. Tapi si suami pasien itu menolak, dengan alasan gak bisa juga. Hmm.. mungkin suami pasien hamil itu juga dilema. Anak orang kok dia yang meng-adzani. Mungkin, kalau kemarin saya bersama suami, juga mengalami hal yang sama dengan suami pasien itu. Bukannya gak mau nolong, tapi aneh aja gitu. Suara adzan dari orang lain yang di dengar, bukan dari mulut bapaknya.

Kembali ke mba bidan itu tadi, dia masih berusaha nyari lelaki yang mau menolongnya. Mungkin karena kelamaan gak ada yang mau nolong, kemudian dia nyeletuk, “minta tolong tukang becak aja, nanti dibayar.” Mendengar hal itu, hati saya langsung nangis. Miris. Kemudian seorang bapak-bapak keluar membuntuti mba bidan itu. Baru tau saya, ternyata itulah bapak si bayi. Hmm.. kalau melihat orangnya sih, masih muda dia, sekira 25-27 tahun lah. Yang jadi pertanyaan saya, kenapa bapak bayi itu tidak bisa adzan? Bukankah di sekolah diajarkan?

Dulu, sewaktu saya SD, waktu ebta praktek, ada ujian sholat, baca Al Qur’an, hafalan surat pendek dan adzan. Okelah, saya berburuk sangka, seandainya bapak si bayi itu lupa ‘pelajaran’ adzan waktu sekolah dulu, kan masih bisa (sering) mendengar adzan di lingkungannya. Adzan itu kan selalu terdengar oleh kita, lima waktu dalam sehari.  Atau kalau bapak si bayi itu (lagi-lagi saya berburuk sangka) rumahnya jauh dari masjid, langgar, mushola atau sejenisnya, kan di tivi ada. Setiap maghrib juga disiarkan di tivi. Apalagi pas bulan puasa.

Saya kasihan sama bayinya. Suara pertama yang dia dengar bukan asma Allah, tapi suara orang-orang yang meminta tolong untuk adzan di telinganya. Astaghfirullah….

Semoga hal itu menjadi pembelajaran untuk saya juga, agar tak lupa untuk terus mengajarkan agama buat ara dan anak-anak saya kelak, sedini mungkin. Insha Allah..

 

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

  • nh18

    Saya menghela nafas panjang …
    Saya hanya berharap … semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua …

    Mengadzani bayi yang baru lahir itu sebaiknya memang dilakukan oleh Ayahnya sendiri …

    Saya rasa tidak perlu Adzan dengan lagu lantang mengalun lengkap dengan nafas yang panjang seperti muadzin-muadzin di Masjid Raya …

    Cukup dibisikkan atau diucapkan di dekat telinga bayi …
    Yang penting Lafadznya benar …
    (mungkin ini yang membuat sementara orang jadi merasa ragu atau tidak bisa Adzan …)

    Jika tidak hafal … ? kan bisa … persiapan catatan …entah di kertas/buku atau bahkan HP. Sehingga ketika bayinya lahir dia bisa membacakannya …

    Dan lagi … sebetulnya … kita semua punya waktu Sembilan Bulan Sepuluh Hari … jika kita berniat mengadzani sendiri bayi kita, ketika mereka lahir … saya rasa waktu tersebut lebih dari cukup untuk belajar menghafal Adzan atau Iqamat …

    Bukan begitu Eda ?

    (halah … baru pertama datang kesini … langsung nyrocos sok tau si Om satu ini …)

    Salam saya Eda

    • eda

      sepakat pak.. seharusnya, orangtua sdh harus mempersiapkan segalanya sejak bayi dlm kandungan… miris banget yah pak…

      makasih atas kunjungannya pak NH.. senang berkenalan dengan bapak. semoga saya bisa mencuri ilmu-ilmu dr bapak 😉

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: