Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Siluet

Ada yang berbeda, ketika aku terbangun saat fajar tadi.
Malam yang masih sama terasa nyata.
Namun aku tidak menjumpai sosok yang biasanya.
Itukah anganku?

Dan apakah aku hanya terhanyut olehnya?
Aku mengenali sosok itu
Walau hanya sekadar siluet.
Tetapi asing.
Atau mungkin masih asing.

Rasa hangat menjalar.
Rasa hangat yang baru kukenal.
Tetapi, itu bukanlah siluet yang kurindukan..
Bukan…

Tapi aku ragu, yang manakah yang aku rindukan?
Masihkah aku bisa menyebutnya rindu?
Ya, itu sudah kemarin.
Lalu, kini apa? Sekadar nada?
Aku ingin menolak, tapi tak kuasa mengelak.
Namun tenang, kawan.
Aku masih punya benteng simpanan.

Ada tanya.
Siluet itu sengaja datang?
Atau hanya sepihak?
Aku masih menggenggam palu.
Dan aku takut dia menghantammu, melukaimu.
Jika memang bukan saatnya, bukan takdirnya.
Walau aku lebih takut dia akan kembali menyerangku.

Ada lagi tanya…
Inikah tempat baruku?
Walau mungkin hanya untuk singgahku terjatuh?

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: