• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Takut Kehilangan

    Takut kehilangan? Entahlah.. rasanya sudah sangat lama pertanyaan itu kupendam dalam-dalam. Kalaupun kalimat itu harus dipertanyakan sekarang, apa yang harus kuucapkan? Toh kita tak lagi bergandengan tangan. Tak lagi seperti yang dulu, kita janjikan.. Janji? Apa kita -aku dan kamu- dulu pernah berjanji untuk berteman sampai mati? Rasanya tidak. Tapi dalam persahabatan, ada semacam aturan tak tertulis mengenai itu. Akan bersama selamanya.. no matter what.. Damn! I missed that moment, so much! Masa-masa dimana kita tertawa bersama. Bukan menertawakan kekonyolan kita, tapi kekonyolan orang lain. Masa-masa dimana kita saling bercerita apa saja, tanpa menutupi apapun. Masa-masa dimana kita saling ejek, nyinyir satu sama lain sampai akhirnya kita saling diam untuk…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Persahabatan Lawan Jenis?

    IMHO, persahabatan lain jenis itu jika dianalogikan spt ini: Seberapa harga sebuah pelukan tanpa sebuah ikatan? Seharga ciuman tanpa perasaan, mungkin.. Sesimple itu..silahkan diartikan sendiri.. Buat saya, sahabat adalah tempat di mana saya bisa nangis sesenggukan, tanpa malu, kemudian tertawa terbahak-bahak bersama. Sahabat adalah ketika dia tahu kebodohan dan ketololan bahkan kebusukan kita, tapi dia tetap berjalan di samping kita. A true friend is who knows all about us, n still loves us.. Mungkin, saya termasuk salah seorang yang lebih suka dan nyaman bersahabat dengan lelaki, dibanding dengan kaum saya sendiri. Kenapa? Coz there is no drama. Saya tak perlu memasang topeng di depan mereka. Satu lagi, kaum lelaki itu tak pernah ember!…