• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Kehilangan Itu…

    Kehilangan itu.. Entah harus bagaimana aku mendefinisikannya Banyak kata tapi tercekat di ujung lidah Yang jelas, aku harus bisa menerima dengan lapang dada Aku mengerti, sangat mengerti Ketika semuanya harus berlalu seiring waktu Semua berubah tak lagi berpola Entahlah, tuan.. Apa yang aku rasakan Yang pasti, aku harus menyadari Ini memang harus dijalani Meski terasa pedih Batinpun merasa perih Mungkin nanti, suatu saat nanti Ini akan menjadi biasa buat aku-kamu-kita Dan ketika saat itu tiba Semoga mata kita benar-benar terbuka Maka biarlah.. Kepingan ingatan itu menjadi kenangan Di hatimu, di dalam kepalamu Mungkin memang seharusnya begitu

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Kehilangan Itu…

    Kehilangan itu.. Entah harus bagaimana aku mendefinisikannya Banyak kata tapi tercekat di ujung lidah Yang jelas, aku harus bisa menerima dengan lapang dada Aku mengerti, sangat mengerti Ketika semuanya harus berlalu seiring waktu Semua berubah tak lagi berpola Entahlah, tuan.. Apa yang aku rasakan Yang pasti, aku harus menyadari Ini memang harus dijalani Meski terasa pedih Batinpun merasa perih Mungkin nanti, suatu saat nanti Ini akan menjadi biasa buat aku-kamu-kita Dan ketika saat itu tiba Semoga mata kita benar-benar terbuka Maka biarlah.. Kepingan ingatan itu menjadi kenangan Di hatimu, di dalam kepalamu Mungkin memang seharusnya begitu

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Izinkan Aku…

    Dear Tuan…   tuan, izinkan aku kembali menuliskan semua apa yang kurasa di sini. sampai aku menjadi lega. karena hanya ini yang aku bisa. tuan, bersediakah kamu? menjadi pembaca setiaku. yang selalu menerima semua muntahan dari kepala dan hatiku. tuan, maaf kalau selama ini aku terlalu mengabaikanmu. sungguh, aku tak bermaksud begitu. aku hanya terlalu asyik bermain di rumah baruku. kata orang, sesuatu yang baru selalu mengasyikkan. setujukah kamu, tuan? maaf tuan. bukannya aku berniat melupakanmu atau mengabaikanmu. aku janji, mulai hari ini, aku akan bercerita apapun kepadamu. pegang kata-kataku, tuan. aku akan memuntahkan segalanya padamu. sampai aku merasa lega.. aku begitu merindukanmu, tuan…