• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Berkalang Senja

    Aku mulai merasa sesak. Iya, sesak ini, kamu penyebabnya. Kamu yang membuatku merasa sangat bersalah, merasa sangat hina terlebih. Aku heran, apa yang membuatmu seberubah ini, sayang. Dulu, tutur katamu terdengar sangat manis. Sekarang, kau bersumpah serapah seperti orang murka. Aku kah penyebabnya? Mungkin aku harus segera meninggalkannya. Cuma senja yang mau mendengarnya dengan setia kali ini. Meski senja tak selalu memberinya saran. Tapi senja selalu memberinya suntikan energi untuk melangkahkan kaki. Mungkin, dia sudah tidak mencintaiku lagi. Mungkin dia sudah tidak butuh aku lagi. Mungkin..aakh… masih banyak kemungkinan lain. Katakan padaku sayang, apa yang membuatmu demikian. Perubahanmu sangat besar. Jawab aku.. jawab sayang. Aku sudah tak tahan. Gadis itu…