• Blog Competition

    Nyonya Besar Give Away

    Bismillahhirrohmaanirrohiim… Nyonya Besar Give Away. Assalamualaikum…spadaaa epribadeh… nyengir kuda Gak kerasa banget, udah coret-coret di sini selama 3 tahun lebih 7 hari. Alhamdulillah… Saya sih berharap, tulisan-tulisan saya di sini, paling tidak bisa memberikan manfaat buat orang lain, meskipun agak-agak gak jelas. maapken 😀 Di sini, tulisan-tulisan saya emang rada-rada ajaib bin aneh. Sedang galau, curhat. Lagi labil, nulis. Waktu geje pun, saya corat-coret di mari. Jadi, semua catatan perjalanan saya dan keluarga – tuan besar dan nona kecil – Inshaa Allah terekam di sini. Ya, pengennya, biar kalo nona kecil besar nanti, dia bisa tahu, seperti segila apa emaknya dulu. Namanya juga catatan, jadi ya biar bisa dibaca-baca di…

  • Blog Competition

    I’m In! ;)

    I’m participating in the Pay-it-Forward initiative. The first 5 people who comment on this status with “I’m in” will receive a surprise from me at some point in this calendar year – anything from a sweet dessert, a lovely CD, a ticket, a book or just absolutely any surprise I see fit! There will be no warning and it will happen when I find something that I believe would suit you and make you happy! These 5 people must make the same offer in their status (FB or Path or Twitter, etc.) and distribute their own joy. Simply copy this text onto your profile, (don’t share) so we can form…

  • Blog Competition,  Jalan2-makan2

    Mari Menjelajah ke Manado

    Setelah beberapa bulan lalu puas menjelajah ke pulau Lombok, impian saya selanjutnya bisa berkunjung ke Manado. Saya tak sabar untuk melihat keindahan tempat-tempat wisata di Manado secara langsung. Selama ini, cuma dengar dari cerita teman-teman. Kenapa saya tertarik ke Manado? Manado terkenal dengan bubur dan Bunakennya. Keduanya itu memang ‘something‘ dari Manado yang tak terbantahkan. Kita kupas dulu tentang bubur Manado yah (maklum, kan saya tukang makan.. hehe). Tinutuan atau bubur manado adalah makanan khas dari ibu kota provinsi Sulawesi Utara itu. Biasanya, bubur manado disantap di pagi hari. Saya terobsesi banget pengen makan bubur itu. Di kota tempat saya tinggal, jaraaaaang banget yang jual. Kalaupun ada, saya nggak tahu tempatnya..hehe.. Bubur…

  • Blog Competition,  Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Mirror Mirror On The Wall…

    Perempuan itu terus mematut diri di depan cermin. Usianya sudah memasuki senja. Tapi dia tetap terlihat cantik dan menawan. “Mirror mirror on the wall, apakah aku terlihat cantik malam ini?” dia bertanya pada cermin. “Cantik, sayang. Kamu sangat cantik malam ini,” pria berambut perak mengagetkannya. “Meski tak muda lagi, kamu tetap cantik di mataku. Hatimu terlebih.” Mereka berdua tersenyum, lalu berpelukan. Penuh cinta..

  • Blog Competition,  Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    P.S. I Love You

    Dear Kapten Bhirawa. Sudah dua tahun kita tak pernah bertatap muka. Apa kabarmu, di sana? Bagaimana kabar istri dan anakmu di Surabaya? Apa mereka baik-baik saja? Sampaikan peluk ciumku pada mereka. Aku yakin, kalian pasti sedang berbahagia menantikan kelahiran anak kalian yang ketiga. Aku ikut bahagia. Sobat, aku ingin berterus terang padamu. Tentang rasa yang kian berapi-api. Meski tiap hari air membanjiri. Rasanya hati ini seperti diketuk palu. Rindu padamu bertalu-talu. Apa kau merasa hal yang sama denganku? Ah..andai saja aku bisa membaca pikiranmu seperti aku membaca tulisan, pasti aku tidak perlu mengirimkan surat ini padamu. Aku rindu! Tidak ada yang lebih menyakitkan daripada memendam rindu sendirian. Hanya lewat mimpi, aku bisa melepas…

  • Blog Competition,  Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Hujan Itu Kamu!

    Rindu telah terobati. Ada bau yang dicari. Wangi! Sejak kecil, saya suka sekali sama hujan. Hujan selalu membuat perasaanku nyaman. Mungkin karena hawa sejuk dan dingin yang ditebarkan. Mungkin juga karena aroma tanah basah yang ditinggalkan. Wangi dan seksi. Buat saya, hujan itu, menyenangkan dan menenangkan. Dulu waktu masih kecil, saya suka banget main hujan-hujanan di depan rumah. Sampai kemudian ibu melarang saya, karena saya jatuh sakit akibat sering hujan-hujanan. Sejak saat itu, saya cuma bisa melihat hujan dari dalam rumah melalui jendela. Hujan Selalu menuntun kita pada kenangan Ngomong-ngomong soal hujan, saya selalu ingat pada seorang teman baik. Dia seperti hujan, selalu bisa membuat saya merasa nyaman dan tenang.…