• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Entahlah..

    Masih di sini, dengan guratan-guratan jiwa yang berserakan di penghujung malam bertintakan emas, seperti biasnya yang mengapung di atas riak gelombang dari laut nan dalam… Masih di sini, dengan rasa amarah dan kekecewaan yang tak bisa terbayar lunas, seperti malam yang tak akan pernah bertemu pagi.. Aku bimbang…. Di antara rasa yang menyeruak, hanya sedikit yang bermuara. What should i do? menyakitkan memang. Ketika tidak bisa mengungkapkannya. What if…what if..dan masih banyak what if lainnya yang terus menerus berputar-putar di otakku. Seorang teman bilang, katakan saja. Habis perkara! Ngomong sih gampang..tapi ya itu tadi..what if??? Ah sudahlah.. Seperti dahan-dahan dan ranting tertunduk lesu dalam tamaram. Begitulah hasratku kini terbelenggu. Entahlah..…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Aku Mengenangmu Seperti…

    Aku mengenangmu seperti hujan pagi tadi Dingin, menyejukkan… Aku mengenangmu seperti mentari pagi hangat, menentramkan… Aku mengenangmu seperti senja di ujung hari indah, menenangkan… Aku mengenangmu seperti malam hari sunyi, menyenangkan… Ah..tidak akan pernah selesai untuk mengenangmu karena memang kamu pantas untuk diingat di sudut ini meski kadang kamu sangat menyebalkan tapi tetap saja mengasyikkan Seperti itulah.. aku mengenangmu.. kamu… Ps. Dear nuke..Today, I missed you. I missed the way we used to talk and how you could make my laugh, to tell you a secret, Even if you’re there and I’m here. I hope all is amazing with you. I send you my best thoughts and a giant hug.  Eda