• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Matahari dan Hujan

    matahari terlihat sangat murka panasnya begitu menyengat kepala aku sampai kelimpungan dibuatnya matahari terlihat sangat murka mungkin saat ini dia enggan berteman dengan siapa2 hanya ingin menumpahkan segala amarah matahari terlihat sangat murka entah pada siapa dia marah apakah kepada saya?? cuma kangen hujan wangi tanah yang ditinggalkan teduh menenangkan cuma kangen hujan yang selalu saja menuntun kita pada kenangan yang tak pernah lekang *) diambil dari blog saya dengan nama serupa di tumblr.. yg ini bukan galau yah, cuma reblog aje :p

  • Rak Buku - Film - Lagu,  Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Yang Terlupakan

    rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi haruskah aku lari dari kenyataan ini pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti Kenangan itu masih tersimpan rapi Semuanya masih tertata di hati Ingin aku melupakan sekuat tenaga Tetap, aku tak bisa Terlalu banyak kenangan indah Bahkan setiap detil kejadiannya Aku ingat di luar kepala Semua tentang kita Tapi semuanya seakan hilang tak berbekas, bagimu.. Sementara aku, terus memeliharanya Memupuknya hingga tumbuh subur Karena aku percaya, suatu saat kau akan memerlukannya Lalu kita akan tertawa bersama

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Ditampar Kenangan..

    Beberapa jam lalu, ketika membuka blog lama, saya serasa bernostalgia dengan teman-teman lama. ada berbagai macam komentar, sedih, senang, marah-marah atau sekadar say ‘hi’. tapi yang mendorong saya menuliskannya di sini adalah, ketika saya membaca ‘kegalauan’ saya saat itu. konyol memang 😀 Yah..memang, kalau dipikir-pikir, kenapa dulu saya bisa seperti itu. hehe.. bener sih kata seorang teman “emak labil” wkwkwkwk.. biar, yang penting udah laku :p bagiku, kenangan itu selalu saja menyenangkan. kenangan itu tak tergantikan. karena meski kita sendiri berusaha mencoba memindahkan kenangan itu hingga mencoba mengulangnya.. toh tetap saja berakhir dengan rasa yang berbeda. Siang ini? saya mencoba sedikit mengais satu per satu kenangan yang telah kutinggalkan beberapa…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Aku Mengenangmu Seperti…

    Aku mengenangmu seperti hujan pagi tadi Dingin, menyejukkan… Aku mengenangmu seperti mentari pagi hangat, menentramkan… Aku mengenangmu seperti senja di ujung hari indah, menenangkan… Aku mengenangmu seperti malam hari sunyi, menyenangkan… Ah..tidak akan pernah selesai untuk mengenangmu karena memang kamu pantas untuk diingat di sudut ini meski kadang kamu sangat menyebalkan tapi tetap saja mengasyikkan Seperti itulah.. aku mengenangmu.. kamu… Ps. Dear nuke..Today, I missed you. I missed the way we used to talk and how you could make my laugh, to tell you a secret, Even if you’re there and I’m here. I hope all is amazing with you. I send you my best thoughts and a giant hug.  Eda

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Menyiangi Kenangan

    Mencoba membuka lembaran demi lembaran kenangan yang belum tersusun rapi di hati dan otak kiri. Mengingat satu per satu kejadian yang telah kita alami. Kemudian menyusunnya dengan rapi. Menemukan banyak kenangan. Menyedihkan, menyakitkan dan membahagiakan. Semua seakan mengantarkan kita pada masa silam. Menyiangi kenangan, kalau saya bilang. Itu semacam membuka buku diary yang telah berdebu dan usang. Dan sangat menyenangkan. Karena bisa membuat kita tertawa, bahkan hingga menitikkan air mata. Seperti membawa kita pada masa lalu. Masih sangat ingat kejadian demi kejadian yang saya alami. Yang saya perlu lakukan hanya menyortirnya, kemudian menyusunnya ke dalam rak. Kenangan manis dan menyenangkan, akan saya tempatkan di rak hati. Kenangan buruk dan menyakitkan…