• Health and Beauty

    How To Lose Weight in 10 Days?

    Mengendalikan nafsu itu gampang, yang susah mengendalikan berat badan! How to lose guy wieght in 10 days? Percayalah, ini bukan cerita film . Ini curhatan saya, ketika sang dokter sudah mulai berteriak 🙁 “Diet ya mba.. usahakan berat badannya di bawah 58,” kata dokter kandungan saya. Saya cuma bisa nyengir. Oke, saya ngaku, ini adalah doa saya sekira 10 tahun lalu, yang baru dikabulkan Allah. Alhamdulillah.. Tapi kan itu dulu, waktu masih single, belum nikah. Berat badan masih mentok di angka 43 dengan tinggi 165 cm. Keliatan mentiung banget kan, kaya tiang listrik? Tapi sekaraaang…hiks.. tiap kali ke dokter, selalu saja saya takut naik ke atas timbangan. Takut jarumnya terus…

  • Love of My Life

    Delapan

    29 Januari 2006 – 29 Januari 2014 Dari awal kita sudah percaya; aku adalah tulang rusukmu dan kau adalah tulang punggungku. Kenapa aku mencintaimu sampai sejauh ini? Karena tidak ada alasan untukku bosan mencintaimu. Selamat memasuki usia delapan tahun pernikahan, tuan besar. Semoga selalu diberkahi Allah.. Luv u more and more each day…

  • Love of My Life

    Lebih ‘Berisi’ Setelah Menikah(?)

    Nemu artikel di wolipop dan serius, bikin alis saya berjingkat. Betul aja gitu dalamnya dan emang cucok dengan kenyataannya. Pasti yang statusnya udah buibu sepakat deh dengan saya. Makanya saya posting di sini. Sebuah penelitian membuktikan, wanita yang sudah menikah rata-rata mengalami pertambahan jumlah lemak sekitar 63 persen di tiga tahun pertama setelah pernikahan. Kegemukan setelah menikah ditunjang dari perubahan gaya hidup dan lebih cuek dengan penampilan. Dikutip Red Book, ini beberapa alasan wanita menjadi gemuk setelah menikah dan tips untuk mengatasinya. 1. Mengikuti Gaya Hidup Suami Saat Anda single, Anda dapat memakan apa saja, seperti mie instan atau semangkuk sereal untuk mengisi perut. Setelah menikah, semua ini akan berubah.…

  • Blog Competition,  Love of My Life

    Menuju 8

    Gak kerasa, pernikahan kami akan menginjak tahun ke delapan, Januari tahun depan. Gak bisa dibilang sebentar, juga gak bisa dibilang lama. Etapi, kalau ditambah masa perkenalan, kira-kira saya sudah mulai mengenal tuan besar selama 12 tahun. Perkenalan kami dimulai saat masuk kuliah. Jurusan yang sama, kelas yang sama, lama-lama perasaan kami juga ikutan sama. Kalau dipikir-pikir, mustahil banget saya bisa serumah dengan mantan pacar. Sifat kami berbeda 180 derajat. Si tuan pendiam, saya ceriwis. Dia suka kerapian, saya selebor. Si tuan malu-malu, saya ekspresif sekali. Entahlah.. emang Allah Maha Adil. Saya yang super duper seperti itu, dipasangin dengan si tuan yang luar biasa baiknya. Alhamdulillah.. Di awal-awal pernikahan, perbedaan-perbedaan itulah yang seringkali…

  • ..and the blabla..

    Menikah: Enak apa Enggak?

    A: Sudah kubilang kan, nikah itu enaknya cuma seminggu, setelahnya gak enak. B: Bener! Aku juga malah bingung abis nikah. Ngapain juga di rumah, gak ada kerjaan. Enak waktu single dulu, bisa kemana-mana sesuka hati. Jleb! Mendengar perbincangan teman-teman di kantor, saya langsung kaget. Masa iya cuma segitu pemikiran mereka tentang pernikahan? Buat saya, menikah itu enaknya memang 1 persen, 99 persennya ueenak tenan. Hehehe..

  • Money Talk

    Money Talks: Mengatur Keuangan Keluarga

    Dalam rumah tangga, urusan keuangan menjadi hal yang utama. Apalagi buat kaum adam. Kalau dulu, waktu pacaran, cinta-cintaan aja cukup. Kalau sudah nikah, masak iya anak orang dikasih makan cinta. Gak kenyang, bray. Jadi wajib hukumnya bagi seorang lelaki untuk bekerja dan memberi nafkah untuk keluarganya. Kalau dalam keluarga kecil saya, pemegang keuangan ada pada saya. Tapi tetap dalam pengawasan suami. Jadi begini, ATM tabungan suami, saya yang pegang. ATM tabungan saya? ya saya jugalah yang pegang. Tapi buku tabungan suami, tetap dia yang pegang. Jadi kalau sewaktu-waktu ada penarikan dana dalam jumlah besar, suami bakal tahu 😀 Kenapa saya yang pegang ATM suami? Karena gaji suami ditransfer.. hehe :p. Ya…