• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Kicauan Kacau

    Bercerita tentang rasa yang membuatku gila. Tentang hati yang sepertinya beranjak mati. Tentang raga yang semakin lemah. Semuanya melebur menjadi satu. Rasanya seperti diiris sembilu. Perih ini tak jua luruh. Suara hati kian mengadu. Gaduh. Berteriak lantang. Seakan menantang. Ingin keluar. Mendung juga enggan beranjak dari atas kepala. Menggelayut manja, tak terkira. Entahlah.. sepertinya semua bersepakat untuk memusuhiku. Termasuk kamu. Teman baikku. Sahabatku… Kalau saja, lidah ini tak kelu. Pasti sudah kutumpahkan semua kekesalan dan amarahku padamu. Tapi nyatanya tak bisa. Kau selalu membuatku terpaku. Sayang, kau menyakitiku teramat dalam. Ini sudah kesekian kalinya terjadi. Tapi tetap saja aku selalu berbaik hati. Aku terlalu menyayangimu. Menyayangi persahabatan kita. Yang sudah bertahun-tahun…