• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Sepotong Rindu …

    Kubawa hatimu bersamaku. Pun rindu yang terus menggebu. Kemanapun aku pergi. Dia selalu mengikuti Ini adalah rahasia terbesarku. Tak ada orang yang tahu. Sayang, aku merindumu teramat dalam. Hanya bisa berteriak dalam diam. Kuhempaskan dia kuat-kuat, tetap saja mengikat erat. Rinduku terpasung tak mau pergi, bersembunyi dalam hati. *) Puisi sepotong rindu ini saya ikutkan dalam kontes @puisi360 di twitter dengan juri @1srengenge dan rekans. Aturannya, tidak boleh lebih dari 360 karakter. Susyaaaah.. banget, terbatasi karakter, tapi saya berusaha meski akhirnya dapat pesan dari juri2nya, “puisi cinta yang dibuat terlalu renyah..” haha.. yayaya.. saya bikinnya pagi2 buta abis sahur bulan Ramadan kemarin sih. jadi ya..kayak gitu jadinya *pembelaan* :p . Etapi…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Erat

    Ingin ku melupakanmu secepat kilat Tapi kenangan masih memelukku erat Ternyata cinta ini masih saja kudekap Ingin ku buang rasa ini jauh-jauh Seperti nahkoda melempar sauh Malah hatiku yang bergemuruh Ingin ku mengerat apa yang kurasa Tetap saja aku tak bisa Melekat erat sampa ke dasar jiwa *) postingan ini disponsori oleh #PuisiMalam @nulisbuku

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Selamat Tinggal Jenuh..

      Selamat tinggal jenuh.. Untuk sementara waktu, Pliiisss.. Masuklah kotak dulu Biarlah aku menikmati hidupku Di sini di villa alamMu Kurasakan kedamaian merasuk kalbu Selamat tinggal jenuh.. Walau sementara waktu.. selamat berlibuuuur.. *salto* puisi ini pernah saya posting di sini

  • Rak Buku - Film - Lagu,  Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Yang Terlupakan

    rasa sesal di dasar hati diam tak mau pergi haruskah aku lari dari kenyataan ini pernah kumencoba tuk sembunyi namun senyummu tetap mengikuti Kenangan itu masih tersimpan rapi Semuanya masih tertata di hati Ingin aku melupakan sekuat tenaga Tetap, aku tak bisa Terlalu banyak kenangan indah Bahkan setiap detil kejadiannya Aku ingat di luar kepala Semua tentang kita Tapi semuanya seakan hilang tak berbekas, bagimu.. Sementara aku, terus memeliharanya Memupuknya hingga tumbuh subur Karena aku percaya, suatu saat kau akan memerlukannya Lalu kita akan tertawa bersama