• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Sepotong Rindu …

    Kubawa hatimu bersamaku. Pun rindu yang terus menggebu. Kemanapun aku pergi. Dia selalu mengikuti Ini adalah rahasia terbesarku. Tak ada orang yang tahu. Sayang, aku merindumu teramat dalam. Hanya bisa berteriak dalam diam. Kuhempaskan dia kuat-kuat, tetap saja mengikat erat. Rinduku terpasung tak mau pergi, bersembunyi dalam hati. *) Puisi sepotong rindu ini saya ikutkan dalam kontes @puisi360 di twitter dengan juri @1srengenge dan rekans. Aturannya, tidak boleh lebih dari 360 karakter. Susyaaaah.. banget, terbatasi karakter, tapi saya berusaha meski akhirnya dapat pesan dari juri2nya, “puisi cinta yang dibuat terlalu renyah..” haha.. yayaya.. saya bikinnya pagi2 buta abis sahur bulan Ramadan kemarin sih. jadi ya..kayak gitu jadinya *pembelaan* :p . Etapi…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Barangkali Rindu…

    barangkali rindu.. ketika tiba-tiba kuingat dirimu barangkali rindu.. ketika menyebut namamu, berdesir hatiku barangkali rindu.. ketika tiba-tiba air mata ini mengalir sendu barangkali rindu.. tak ada lagi alasan dariku ini memang perkara rindu.. apalagi jika rindu ini berhenti di kamu…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Rindu..

    Bertanya kepada angin tentang apa yang ia rasakan Saat merasakan rindu ketika hati mulai sedikit pilu angin pun menjawab: Rinduku seluas buih di lautan Buih-buih itu tak akan kubiarkan terhempas Akan kuberi ia napas

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Hujan…

    Life is not about waiting for the storm to pass, It’s about dancing in the rain _ Tiffaly Wilson Rindu telah terobati.. Ada bau yang dicari.. Hujan akhirnya membumi.. Wangi.. Hujan selalu mengingatkanku pada kenangan. Masa kecil yang indah ketika menari di bawah rerintiknya. Bahkan tak jarang keesokannya aku jatuh sakit karenanya.. Kalau sudah begitu, aku hanya bisa menikmatinya dari jendela rumah. Tapi tetap saja, sangat mencintai hujan. Karena, hujan itu selalu menyenangkan sekaligus menenangkan. Semacam kecanduan.. Aku suka hujan. Hujan selalu membuat perasaanku nyaman. Mungkin karena hawa sejuk dan dingin yang ditebarkan. Mungkin juga karena aroma tanah basah yang ditinggalkan. Wangi dan tiada duanya.. Akh.. Hujan.. Kamu begitu menyenangkan…