• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Matahari dan Hujan

    matahari terlihat sangat murka panasnya begitu menyengat kepala aku sampai kelimpungan dibuatnya matahari terlihat sangat murka mungkin saat ini dia enggan berteman dengan siapa2 hanya ingin menumpahkan segala amarah matahari terlihat sangat murka entah pada siapa dia marah apakah kepada saya?? cuma kangen hujan wangi tanah yang ditinggalkan teduh menenangkan cuma kangen hujan yang selalu saja menuntun kita pada kenangan yang tak pernah lekang *) diambil dari blog saya dengan nama serupa di tumblr.. yg ini bukan galau yah, cuma reblog aje :p

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Sepotong Rindu …

    Kubawa hatimu bersamaku. Pun rindu yang terus menggebu. Kemanapun aku pergi. Dia selalu mengikuti Ini adalah rahasia terbesarku. Tak ada orang yang tahu. Sayang, aku merindumu teramat dalam. Hanya bisa berteriak dalam diam. Kuhempaskan dia kuat-kuat, tetap saja mengikat erat. Rinduku terpasung tak mau pergi, bersembunyi dalam hati. *) Puisi sepotong rindu ini saya ikutkan dalam kontes @puisi360 di twitter dengan juri @1srengenge dan rekans. Aturannya, tidak boleh lebih dari 360 karakter. Susyaaaah.. banget, terbatasi karakter, tapi saya berusaha meski akhirnya dapat pesan dari juri2nya, “puisi cinta yang dibuat terlalu renyah..” haha.. yayaya.. saya bikinnya pagi2 buta abis sahur bulan Ramadan kemarin sih. jadi ya..kayak gitu jadinya¬†*pembelaan* :p . Etapi…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Barangkali Rindu…

    barangkali rindu.. ketika tiba-tiba kuingat dirimu barangkali rindu.. ketika menyebut namamu, berdesir hatiku barangkali rindu.. ketika tiba-tiba air mata ini mengalir sendu barangkali rindu.. tak ada lagi alasan dariku ini memang perkara rindu.. apalagi jika rindu ini berhenti di kamu…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Suara

    Tiba-tiba telingaku berdengung Sakit sekali Terasa sangat pekak Tak bisa mendengarkan apa-apa Tunggu dulu Sayup-sayup Kudengar suara memanggil Kamukah? Terdengar lagi Yah..suara itu Seperti suaramu Semakin jelas.. Semakin nyaring Semakin lantang Ah.. ternyata suara hatiku sendiri Yang lama tak pernah kudengarkan Terpinggirkan Mungkin ini saatnya dia membalas dendam

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Sendiri..

    Malam ini semakin bergulir. Langit pun begitu tenang mengalir. Mengalun merangkai hening.. Kekasih, dingin ini begitu meyiksa. Kesendirian ini sebenarnya yang membuat luka. Masih lama kah kau kembali? Masih berapa malam ku harus menanti? Kesendirian ini meringkihkan hati. Sayang, dengarlah pesanku. Malam ini biar jadi malam terakhirku sendiri. Dekap aku, lelapkan dalam hangatmu. Esok hadirlah sayang..jabati tangan ini.. jamahi raga ini..untuk mu terkasih, pesan ini ku tulis. Love u always Bunda