• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Senja kata Seno Gumira

    Setiap hari ada senja, tapi tidak setiap senja adalah senja keemasan, dan setiap senja keemasan itu tidaklah selalu sama…. Aku selalu membayangkan ada sebuah Negeri Senja, dimana langit selalu merah keemas-emasan dan setiap orang di negeri itu lalu lalang dalam siluet. Dalam bayanganku Negeri Senja itu tak pernah mengalami malam, tak pernah mengalami pagi dan tak pernah mengalami siang. Senja adalah abadi di Negeri Senja, matahari selalu dalam keadaan merah membara dan siap terbenam tapi tak pernah terbenam, sehingga seluruh dinding gedung, tembok gang, dan kaca-kaca jendela berkilat selalu kemerah-merahan. Orang-orang bisa terus-menerus berada di pantai selama-lamanya, dan orang-orang bisa terus-menerus minum kopi sambil memandang langit semburat yang keemas-emasan. Kebahagiaan…

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    (Cinta) Adalah …

    Bagiku… Cinta adalah cahaya dan langit senja maya tempat kau menyulam ke dalam malam dengan senyuman sehangat api sekam Cinta adalah wajah waktu tempat kau bermain bersama manusia manusia dan aku menunggumu dalam bisu dan lagu Banyak raga yang lelap di dalamnya banyak rasa yang malah membakarnya banyak mata yang justru menipunya dan banyak hati yang bersujud padanya Cintailah dia yang mampu menjadi pelangi di langitmu, penyeka air mata dari derai dukamu, pelukis warna di atas birunya hidupmu

  • Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Senja, Hujan dan Angin

    Senja selalu saja muram Padahal hujan terus saja menderas Dan angin berhembus kian kencang Ah iya.. Mungkin senja merasa terpinggirkan “Hujan, apa kabarmu?” senja bertanya. Hujan mengacuhkanya. Menghiraukannya. Hujan bergeming, tak pandang arah “Jangan salahkan aku jika suatu saat aku ingin berhembus bersama angin,” kata senja