Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Takut Kehilangan

Takut kehilangan? Entahlah.. rasanya sudah sangat lama pertanyaan itu kupendam dalam-dalam. Kalaupun kalimat itu harus dipertanyakan sekarang, apa yang harus kuucapkan? Toh kita tak lagi bergandengan tangan. Tak lagi seperti yang dulu, kita janjikan..

Janji? Apa kita -aku dan kamu- dulu pernah berjanji untuk berteman sampai mati? Rasanya tidak. Tapi dalam persahabatan, ada semacam aturan tak tertulis mengenai itu. Akan bersama selamanya.. no matter what..

Damn! I missed that moment, so much! Masa-masa dimana kita tertawa bersama. Bukan menertawakan kekonyolan kita, tapi kekonyolan orang lain. Masa-masa dimana kita saling bercerita apa saja, tanpa menutupi apapun. Masa-masa dimana kita saling ejek, nyinyir satu sama lain sampai akhirnya kita saling diam untuk beberapa lama.

Diam! Sepertinya ini masa ter-diam kita paling lama. Tak lagi bertegur sapa, bahkan di social media.. apa kita sedang dalam mode MUTE? dimana masing-masing kita sebenarnya saling bicara-menyapa, tapi masing-masing kita tak saling mendengar? Atau hanya aku saja? Yang menyenandungkan rindu, sementara kau menghiraukanku?

Atau memang kita sekarang tak lagi seperti dulu? Aku yang berubah, atau kamu yang berubah? Atau malah kehidupan yang memaksa kita untuk berubah? Atau jangan-jangan kita tak lagi punya ikatan batin? Haha… ikatan batin dari hongkong.. Entahlah..

Takut kehilangan? Apa yang harus aku takutkan ketika kini aku sudah mengalaminya? Kehilangan sahabat yang…. ah sudahlah tak mampu lagi aku menjelaskannya. Toh semua kode-kode yang aku sebarkan di socmed juga kau hiraukan. Tulisan inipun, juga tak bakal kau baca. Meski kau tau blogku ini. Karena sudah tak ada lagi rasa peduli.. Tapi aku masih.. aku masih menganggapmu sahabatku.. saudaraku.. entah kamu. Apa kau masih menganggapku sahabatmu? 🙂

Tapi.. thats life.. Selalu saja, dalam hidup ini ada yang datang dan pergi. Tapi sahabat sejati, tak akan pernah mati… 🙂

I miss u.. so damn much! Semoga kau baik-baik saja di sana.. Bahkan dalam kediaman ini, aku masih saja berdoa untukmu.

Jika ditanya, apa aku takut kehilangan(mu)? Jawabku, tidak. Karena aku sudah kehilanganmu..

Ps. ini versi asli sebelum saya posting di blognya. Postingan yang di sana, udah diedit karena kemarin sore, ybs memberi tau saya untuk baca blognya. I appreciate all that u’ve done for me.. xoxo..

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

%d bloggers like this: