Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

The Nite Time Always the Rite Time

gambarnya mbah gugel
gambarnya mbah gugel

Hi malam..apa kabar? Lama kita tak bermesraan. Aku rindu, pada keheningan. Kesunyianmu, menenangkan.

Hi malam..masih bisakah kau menyembunyikanku dengan sempurna? Dari semua duka, dari semua rasa?

Malam ini begitu sempurna. Kekasih yang setia menerima segala kelu kesah tanpa tendensi apa-apa. Bahkan selalu menyembunyikan segala aib yang ada.

Mungkin kini, cuma sang malam yang mau menemaniku, mendengarku, menghiburku. Malam, tempat segala rahasia tersimpan, sekaligus saat semua rahasia tersibak.

Entah, saya selalu nyaman dengan kesunyian malam. Saya bisa melakukan apa saja pada saat seperti ini. Seakan saya larut pada kelam yang mencekam, terkadang syahdu menggebu.

Saat seperti ini, saya lebih leluasa bercinta dengan kata. Menuliskan apa saja yang ada dalam kepala, baik yang terasa atau tidak, teraba atau sebaliknya.

Dalam malam, saya leluasa bermunajat kepada sang Ilahi. Bukankah pada malam hari sang malaikat suci diturunkan untuk memberikan kabar gembira kepada manusia, yang menemui Rabbnya pada sepertiga malam terakhir? Bukankah Allah turun satu tingkat, untuk mengijabah semua doa yang dimohonkan padaNya?

Saya tak mau terlalu singkat berkawan dengan malam. Dia yang paham dengan apa yang bergumul dalam hati. Dia yang mengerti apa yang ada di dada dan otak ini. Saya hanya tinggal bergumam dalam diam, malampun menyelubunginya dengan sempurna.

Malam seolah berbicara dalam diam dalam kesunyian. Dia menyediakan tempat yang luas dalam hening, bagi siapa saja yang membutuhkan.

Dialah Sang Malam. Gelap. Kelam. Pekat. Kepadanya kutitipkan harapan, rindu dan dendam. Dalam diam. Terkapar. Letih. Terpejam. Hingga mentari mengabarkan malam telah menghilang, berganti dengan fajar..

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: