Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

titik air

Menetes titik air

jatuh pada kulit tangan

sejenak terasa sepi dan dingin,

kemudian terpikir semua itu adalah embun malam ini

Namun bisuku tetap

menjelang sebagai prasasti yang angkuh

Dalam malam ini

telah menjelma sebagai api yang menyala

menjulang langit dengan jilatan amarah

Embun malam membasahi kulit tanganku

hinggap sejenak memberikan rasa dingin,

kemudian jatuh ke tanah

Setitik embun yang telah jatuh ke tanah

membawa setitik api dari

tubuh yang menanggung amarah

Menyampaikan pada kelembutan tanah

untuk menumbuhkan sebagai sebuah maaf

di pagi yang akan segera tiba

*aku butuh tetesan embun itu

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: