Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Tuan Sapardi vs Puan Eda

Kata Tuan Sapardi: Hujan di Bulan Juni

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Kata Puan Eda: Hujan di Bulan Juli

Tuan sapardi, hujan juga turun di bulan juli
Meski sekali, tapi cukup menyayat hati
Dia sempat menyembuhkan luka
Tapi juga meninggalkan duka

Tuan Sapardi,
Hujan bulan juli memang tak setabah di bulan juni
Dia tak dapat menyembunyikan nestapa
Bahkan seringkali meneriakkannya

Hujan bulan juli juga tidak cukup bijak
Menguak sampai terkoyak
Ganas menyibak
Lantang berteriak

Hujan bulan Juli pun tak arif
Karena dia mengiris-iris
Mendengarnya pun miris
Akhirnya hanya ada tangis

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: