Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

Utang (Pelukan)

“Hai.. Apa kabar? Lagi apa?”

“Lagi menunggu seorang teman yang tak tau kemana arahnya.”

“Teman baik pasti. Niat banget sampai nunggu gini,”

“Bisa dibilang begitu. Setidaknya untukku,”

“Sudah janjian?,”

“……”

“Kok diem?”

“Dia sangat baik, teramat sangat baik. Habis kata untuk menjelaskannya,”

“Sampai segitunya. Apa yang bisa aku bantu?,”

“Tidak ada,”

“Baiklah, aku pergi dulu,”

“Hei..tolong sampaikan padanya. Dia masih berutang padaku. Untuk menenangkan gundahku,”

“Utang apa?”

“Sebuah pelukan…”

“Maafkan aku”

Hening. Hanya mata yang saling beradu pandang..

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: