Jalan2-makan2

Welcome to Lombok (4): Surga itu Bernama Gili Trawangan

Day 2 – Sabtu, 18 Mei 2013

pulau yang akan kami tuju
pulau yang akan kami tuju

Setelah puas berfoto-foto dan berpanas-panas di Bukit Malimbu, kami melanjutkan perjalanan ke Gili Trawangan. Sebenarnya, inilah destinasi utama kami sekeluarga. Kami sudah sering mendapat cerita tentang keindahan alam pulau yang satu ini. Alhamdulillah, akhirnya diberi kesempatan untuk menyaksikannya secara langsung. Lets Rock!!!

Untuk sampai di Gili Trawangan, kita harus nyeberang dulu pakai perahu yang banyak disewakan. Ada pelabuhan khusus untuk mengangkut wisatawan yang hendak ke Gili Trawangan. Sebenarnya, ada angkutan langsung dari bandara ke Gili Trawangan, dengan harga 75k (termasuk ongkos nyebrang). Murah kan? Biasanya, sewa perahu sekitar 25k per orang. Satu perahu diisi sekira 18-20 orang.

Begitu sampai pelabuhan, si Ara udah gak bisa diem. Teriak-teriak kegirangan. Biasa, ini anak kalo liat air, pengennya nyebur aja. Kami harus bersabar, karena antrean calon penumpang yang mengular. Oiya, karena di daerah itu sangat panas, banyak penjual topi yang lebar-lebar dan kacamata di sekitar pelabuhan. Murah sih, cuma 25k untuk topi dan 10-15k untuk kacamata. Pinter-pinternya nawar aja. Berhubung si ara sudah saya bekali topi dari rumah, jadi saya cuma lihat-lihat aja :p

naik perahu menuju Gili Trawangan
naik perahu menuju Gili Trawangan

Akhirnya, tiba giliran kami naik ke kapal dan nyebrang ke pulau seberang. Kira-kira nyebrangnya perlu waktu 30-40 menit. Tapi selama waktu tempuh itu, jangan dibayangin jenuhnya. Kayaknya musti banyak mengucap syukur. Karena sejauh mata memandang, mata ini dimanjakan oleh berbagai keindahan ciptaan Allah. Air berwarna biru yang jernih, riuh ombak yang bernyanyi, hijaunya hutan yang masih alami, dan gili-gili yang mengelilingi.. Subhanallah…

Setelah 40 menit terombang ambing di atas perahu, akhirnya kami sampai juga. Ehmm.. tapi agak-agak gondok sama tukang perahunya. Nurunin penumpangnya jauuuuh banget sama resto tempat kami . Jadinya ya jalannya lumayan jauh *manyun* Tapi lumayan lah, jadi paling nggak kami sudah berkeliling hampir separo dari pulau ini 😀

foto bulenya di random ajah, sekseh sekali =))
foto bulenya di random ajah, sekseh sekali =))

Begitu turun, hal yang kami dapati adalah pemandangan pantat bule-bule yang tak kalah indahnya dengan pantai-pantai di pulau dewata Bali. Pasir putih yang lembut menyambut kaki kami, air lautnya juga tenaaang banget. Semilir angin menambah kenikmatan kami di pulau ini. Apalagi pulaunya bersiiih banget.

41

Kalau menurut saya yah, suasana Gili Trawangan ini sudah semacam kawasan kuta, legian dan jimbaran di Bali. Sudah ramai oleh resto-resto dan cafe-cafe ala barat. Kenapa? karena banyaknya pesta yang diadakan hampir setiap waktu. Hentakan musik terdengar hampir di setiap resto dan cafe. Tapi yang unik, tiap kumandangan adzan, musik-musik ini berhenti. Ya maklumlah, kan mayoritas penduduk muslim di sana. Ini pula yang membedakan Trawangan dengan 2 Gili lain, yang relatif sepi, Gili Mano dan Gili Air. Ehhmm.. kalo diperhatiin, cafe-cafe, resto, hotel dan toko di Trawangan ini, kebanyakan bukan punya orang Lombok, tapi milik orang2 dari daerah lain, alih2 milik ekspatriat.

trawangan2

Jalan di kawasan Gili Trawangan ini begitu sempit, jadi kalo jalan gak bisa berbanjar lebar gitu. Musti satu-satu, maksimal 2 orang deh. Udah gitu, banyak andong yang orang sono bilang cidomo hilir mudik. Benernya kalo mau enaknya, bisa sewa cidomo dengan harga 150k untuk 3 orang atau bisa juga sewa sepeda 25k per jam untuk mengelilingi Gili Trawangan. Tapi berhubung kami niatnya maen air, jadi ya jalan sampai ke resto tempat kami booking.

40

Setelah berjalan kurang lebih 20 menit *lap keringet*, kami sampai di lokasi. Lumayan enak sih, deket pantai.. yaiyalah.. Gili trawangan kan emang dikelilingi air -___- Kami langsung duduk-duduk menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi sambil menikmati laut biru. Duh! Saya beneran jatuh cinta sama tempat ini. Eksotiiiiis abis. Pesonanya itu lhooo… berjuta-juta *halah* Etapi beneran kok… Yang bikin saya betah di sini, bebas polusi. Gak ada motor apalagi mobil yang lewat. udaranya segeeer bener pokoknya. Sayangnya, udah rame! Jadi, sejauh mata memandang, banyak bule berjemur. Buat cowo-cowo, okelah kesempatan cuci mata kaaan.. Ngaku deeeh.. pasti seneng. Bodynya itu lhoo.. okeh-okeh..hihihi…Hush!!

38

Setelah melepas lelah sejenak, sudah banyak aja bapak-bapak yang nawarin wisata air ke kami. Mulai dari naik perahu kaca, snorkling sampai diving. Perahu kaca itu, bagian bawah perahunya dari kaca bukan kayu. Jadi kalau kita pengen liat keindahan bawah laut tapi gak mau basah-basahan, ya naik aja perahu kaca ini. Bayarnya cuma 50k. Sementara snorkling bayar 125k sudah termasuk naik perahu ke tengah dan peralatan snorklingnya, kalo diving gak tau bayar berapa, saya dengar sih sekita 200-250k untuk sewa alatnya.

43

Buat yang gak ingin ke tengah laut, main air aja di pantainya. Bisa juga berjemur, seperti yang dilakukan bule-bule itu. Tinggal beber kain di atas pasir, tidur deh. Jangan lupa pasang sunblock yah, biar gak makin gelap :p

42

Sekira jam 3 sore, dengan berat hati kami balik ke kota, karena kami gak ada rencana nginep di sana. Jadi sebelum sore harus sudah keluar dari pulau itu. Bukan apa-apa sih, airnya itu sudah pasang. Waktu kami balik aja, airnya duah setinggi perahu. jadi nyiprat-nyiprat gitu, basah kuyup deh. Tapi asyiiiik banget. Apalagi perahunya waktu balik, ngebut. Wuuzzzz..

Kurang puas banget main di Gili Trawangan. Saya pengen balik lagi le Lombok, khusus nginep di pulau ini. Insha Allah.. semoga masih ada kesempatan. Aamiin.. (bersambung)

moslem • a daughter • a sister • a wife • a moms • a friend • jalan-jalan enthusiasm • emak-emak beud • am blessed

0 Comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: