..and the blabla..

Kenapa secangkir kopi? karena saya suka ngopi sambil baca-baca apa saja. Dari sana, saya dapat banyak manfaat. Jadi, isi kategori ini tentang sesuatu yang bisa memberi manfaat. Bisa dari pengalaman saya pribadi atau pengalaman orang lain. Yang jelas isinya memberi kita pencerahan. Semoga!

  • ..and the blabla..

    What’s New?

    Hello world! Assalamualaikuuum…. Apa kabarnyaah teman-teman.. Long time no see yaa.. ya kalee.. saya yang tetiba ngilang dari dunia perbloggingan disambit becak. Maapken.. Since 4 months ago, i was sok busy in my office. Beside, i have no idea to write here. Oke.. you’re rite, saya terlalu banyak alasan. MALAS ya MALAS aja! nangis darah Ada yang kangen saya, gak sih? ngarep

  • ..and the blabla..

    Marhaban Yaa Ramadan

    Assalamualaikum… Marhaban Yaa Sahrul Ramadan.. Selamat datang bulan yang penuh berkah dan ampunan. Mohon dimaafkan segala khilaf dan kesalahan. Semoga ibadah puasa kita di bulan Ramadan nanti diterima dan diberkahi Allah. Dan tahun depan masih akan dipertemukan dengan Ramadan lagi. Don’t let the World Cup and the election ruin your Ramadan. It could be our last Ramadan 🙂 Selamat menjalankan ibadah puasa

  • ..and the blabla..

    Perkara Memilih

    Assalamualaikum… Perkara Memilih. Demi apa saya mendadak ngomongin soal pemilihan umum? Gak demi apa-apa sih. Bukan pula iklan berbayar. 😀 Jumat kemarin, sepulang kerja, tiba-tiba di BBM si deni, yang notabene adalah reporter sindo. Dia ini konco plek dulu pas liputan pemilu. Dia nanya, udah nerima undangan nyoblos belum? Trus saya tanya ganti dong, ngapain nanya-nanya ke saya? <<judesnya muncul 😆 Akhirnya, dia ngaku mau wawancara saya soal pemilu. Saya jawab dong.. “Wani Piro?” 😆 Wahahaha..jeruk makan jeruk. Reporter wawancara mantan reporter itu, yang ada malah becandaan dan diskusi. Dan benar saja, sepanjang jalan kenangan interview per telpon itu (itu juga kalo pantas disebut interview), isinya cuma ketawa-ketiwi, diskusi geje, dan nostalgila waktu…

  • ..and the blabla..

    Curhatan (Mantan) Editor Galau – Menguasai Bahasa Menulis

    Ini repost dari fesbuk saya yang ini. Saya posting ulang karena ternyata masih juga berhubungan dengan pekerjaan sehari-hari dan beberapa tulisan yang sering saya baca, dengan tambahan beberapa coretan di sana-sini. Postingan ini bukan untuk menggurui atau sejenisnya. Postingan ini saya anggap sangat bermanfaat, terutama buat saya yang sedang belajar menulis fiksi. No offense 😀 Sebenarnya terlalu basi kalau saya curhat sekarang ini. Hehehe… Sebab, sekarang ini saya tidak bekerja di media (lagi). Tapi saya tergelitik untuk curhat, setelah membaca ‘curhatan’ mas Irwan Bajang, editor sekaligus Pemred Indie Book Corner di situsnya Apa jadinya jika seorang pendekar pedang tak paham karakter pedang yang ia gunakan? Tak paham bagaimana tajam, berat dan…

  • ..and the blabla..

    Menunggu Giliran

    Benernya udah mau posting tulisan ini dari Jumat, tapi di tengah jalan mampet jadi diendapkan di draft. Akhirnya dilanjutin lagi hari ini, gegara Minggu kemarin, ada kabar (lagi) seorang kawan berpulang ke Rahmatullah… Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. semua yang berasal dari Allah, kembali ke Allah.. Seminggu ini, setidaknya mendapatkan 3 berita duka dari orang-orang di sekeliling. Dua di antaranya dosen, seorang lagi, teman liputan dulu. Dosen pertama, meninggal pada Senin, dosen berikutnya meninggal pada hari selasa dan baru ditemukan dua hari berikutnya (kamis). Sementara teman reporter saya meninggal pada minggu, sekira jam 6 sore karena serangan jantung. Dari ketiganya, yang membuat saya kaget adalah dosen yang kedua. Almarhum diperkirakan…

  • ..and the blabla..

    Love What U Do, Do What U Love

    Orang pintar minum tolak angin bilang, love what you do, do what you love, kalo kamu pengen apa-apa yang kamu kerjakan membawa berkah. Ngomong sih gampang, yes. Tapi praktiknya ituuu yang susyaaaah pake banget! Etapi bukan gak mungkin kan ya? 😆 Saya mau cerita bisik-bisik tetangga di balik pelantikan besar-besaran di kampus kemarin. Yang namanya keputusan pada dasarnya memang gak bisa menyenangkan semua pihak. Pasti adalah pihak oposisi atau apalah itu namanya. Apalagi kalo keputusan itu dianggap mengerdilkan salah satu ‘pihak’ dan menguntungkan (banyak) pihak yang lain. Di kampus saya pun 😀 Ceritanya, (memang) ada beberapa orang, berusaha melobi-lobi sana-sini supaya ditaro di jabatan yang strategis. Padahal, menurut saya, kerja itu…