• Rumah Fiksi, Prosa dan Puisi

    Jodoh

    Dari bangku taman ini, kupandangi punggungnya menjauh, pergi. Semoga saja, kepergiannya membawa serta luka di hati. Enam tahun bukanlah waktu sebentar buat kami menjalani perkawinan. Pun bukan waktu yang lama untuk kami saling mengenal. Atau mungkin jodoh kami hanya sekian? Rey. Lelaki yang selama ini kusebut suami. Kini telah pergi. Membawa berjuta harapan di hati. Sebenarnya nyaris tidak ada masalah dalam pernikahan kami. Kami cukup bahagia. Perubahan Rey terlihat setahun lalu. Saat dia pulang bertugas dari Korea. Dia mulai sering bertanya padaku kapan aku bisa memberinya keturunan. Tapi, hei, bukankah itu sudah dia ketahui sejak awal kami menikah? Aku mandul! Kenapa mesti dia tagih? Akh… Suasana perkawinan kami kian memanas,…

  • ..and the blabla..

    Menikah: Enak apa Enggak?

    A: Sudah kubilang kan, nikah itu enaknya cuma seminggu, setelahnya gak enak. B: Bener! Aku juga malah bingung abis nikah. Ngapain juga di rumah, gak ada kerjaan. Enak waktu single dulu, bisa kemana-mana sesuka hati. Jleb! Mendengar perbincangan teman-teman di kantor, saya langsung kaget. Masa iya cuma segitu pemikiran mereka tentang pernikahan? Buat saya, menikah itu enaknya memang 1 persen, 99 persennya ueenak tenan. Hehehe..

  • Money Talk

    Money Talks: Mengatur Keuangan Keluarga

    Dalam rumah tangga, urusan keuangan menjadi hal yang utama. Apalagi buat kaum adam. Kalau dulu, waktu pacaran, cinta-cintaan aja cukup. Kalau sudah nikah, masak iya anak orang dikasih makan cinta. Gak kenyang, bray. Jadi wajib hukumnya bagi seorang lelaki untuk bekerja dan memberi nafkah untuk keluarganya. Kalau dalam keluarga kecil saya, pemegang keuangan ada pada saya. Tapi tetap dalam pengawasan suami. Jadi begini, ATM tabungan suami, saya yang pegang. ATM tabungan saya? ya saya jugalah yang pegang. Tapi buku tabungan suami, tetap dia yang pegang. Jadi kalau sewaktu-waktu ada penarikan dana dalam jumlah besar, suami bakal tahu 😀 Kenapa saya yang pegang ATM suami? Karena gaji suami ditransfer.. hehe :p. Ya…

  • Love of My Life

    "Teleponnya Kaya' Minum Obat"

    Dulu, pengen share cerita tentang ini, tapi gak jadi karena rasanya malu banget. Tapi ketika baca ini, saya jadi pengeeeeen banget ngshare apa yang selama ini saya lakukan sama si tuan. Dalam tulisan itu, apa yang dilakukan Pak B, persis seperti apa yang saya lakukan dan alami. Setiap hari, ketika di kantor, saya juga terbiasa menelepon tuan saya. Semua itu kami lakukan, untuk menjaga agar kami bisa tetap berkomunikasi meski sedang bekerja. Itu sudah kami lakukan sejak masa pacaran dulu dan terbawa hingga sekarang. Saat telepon, saya selalu memastikan apakah si tuan sudah makan dan sholat dan diakhiri dengan kata-kata “luv u” atau “miss u” atau “ati-ati nanti pulangnya”. Nanyanya juga…

  • ..and the blabla..

    Dalam Suatu Pernikahan…

    Cinta tidak abadi. Cinta kasih tanpa syarat dari orang-orang di sekitar kita itu perlu dirawat, agar selalu subur.. – Alissa Wahid Dalam suatu pernikahan, terutama setelah terjalin sekian tahun lamanya, apakah rasa cinta masih harus diutamakan? Saya rasa tidak. Cinta memang perlu, tapi saya rasa, komitmen dan tanggung jawab lah yang utama. Saya menulis ini, karena sedih baca tulisan di komunitas emak blogger mengenai cinta dan perceraian. Miris.. Buat saya, yang sudah menikah selama tujuh tahun (alhamdulillah), cinta bukan segalanya. Etapiii… bukan berarti saya tidak cinta lagi atau kadar cinta saya ke suami berkurang lho ya. Lebih dari itu, pernikahan yang sudah berjalan cukup lama, tidak melulu cinta yang menguatkan. Ada…

  • Love of My Life

    Sepele Bikin Okeh

    Seharian ini, bawaannya pengen makaaaaan mulu. Nafsu makan juga gede banget. Bawaanya kek orang hamil. Efek liburan kali yah. Gak ada yang dikerjain, jadi mulut rasanya pengen ngunyah terus. Akibatnya, daku nyuruh, eh minta tolong si ayah buat beliin apa yang daku pengen makan. Pertama, tiba-tiba pengen de’crepes. Daku telpon si ayah yang lagi di kantor minta tolong mampir pas pulang kerja. B: ay, ntar kalo pulang beliin de’crepes yah. Lagi pengen makannya. A: bund beli sendiri aja yah. Masih banyak kerjaan, keknya pulang sorean. B: gak mau. Bunda maunya ayah yang beliin. A: bunda beli sendiri aja po’o. Atau nanti beli bareng-bareng. Bunda masih punya uang kan? B: bukan…