Menunggu Giliran

image pinjam di sini

image pinjam di sini

Benernya udah mau posting tulisan ini dari Jumat, tapi di tengah jalan mampet jadi diendapkan di draft. Akhirnya dilanjutin lagi hari ini, gegara Minggu kemarin, ada kabar (lagi) seorang kawan berpulang ke Rahmatullah… Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.. semua yang berasal dari Allah, kembali ke Allah..

Seminggu ini, setidaknya mendapatkan 3 berita duka dari orang-orang di sekeliling. Dua di antaranya dosen, seorang lagi, teman liputan dulu. Dosen pertama, meninggal pada Senin, dosen berikutnya meninggal pada hari selasa dan baru ditemukan dua hari berikutnya (kamis). Sementara teman reporter saya meninggal pada minggu, sekira jam 6 sore karena serangan jantung.

Dari ketiganya, yang membuat saya kaget adalah dosen yang kedua. Almarhum diperkirakan meninggal pada Selasa, dan baru ditemukan pada dua hari berikutnya, kamis. Di rumah (dinas), almarhum bukannya hidup seorang diri. Oiya, istrinya sudah berpulang terlebih dahulu, dan anak-anaknya tidak ada yang tinggal bersamanya. Almarhum punya rumah kos yang dihuni mahasiswa. Saya bukannya ingin membuka aib seseorang. Hanya ingin berbagi pengalaman sekaligus pelajaran dengan teman-teman semua.

Kedua yang membuat saya kaget, adalah kepergian mas Nico. Minggu sore, menerima banyak BC di BBM tentang kepergiannya. Almarhum dikenal sosok yang sangat baik. Sama anak buahnya – sebelum meninggal, mas nico adalah Ka Biro Trans tv surabaya – tidak pernah marah banget. Meski saya gak kenal sangat dekat, tapi saya tahu, mas nico orangnya sangat ramah dan supel. Orangnya masih muda dan kelihatan sangat sehat. Banyak teman yang merasa kehilangan dan sedih. Dan saya percaya, orang baik, selalu meninggalkan kenangan yang sangat dalam pada orang lain.

Kita, memang tidak tahu sejauh atau selama apa kita hidup di dunia. Bisa jadi, saya atau teman-teman dulu yang pergi dari bumi ini dan memulai perjalanan abadi di akhirat. Wallahu a’lam.. Kita hanya bisa bersiap-siap, bekal apa yang akan kita bawa nanti ketika menghadap sang Khalik.

Lesson learned:

1. Jangan pernah meninggalkan orang tua kita (apalagi yang sudah sepuh) sendirian di rumah. Kalaupun orang tua kita tidak mau tinggal bersama kita, atau karena kita (terpaksa) tinggal jauh dari rumah orang tua, setidaknya harus ada teman buat orang tua di rumah. Jadi kita bisa selalu mendapatkan informasi secepatnya.

2. Bersikaplah ramah pada tetangga. Oiya, poin yang ini memang berjuta kisah ya.. Ada tetangga yang menyebalkan, ada yang baik gak ketulungan. Tapi paling tidak, kita mestinya kenal dengan tetangga kanan-kiri rumah. Sehingga bila ada peristiwa yang membahayakan (naudzubillah) atau menyedihkan, tetangga bisa membantu kita atau paling tidak membantu memberitahu ke keluarga kita.

3. Jangan meremehkan kesehatan. Ini yang sering terjadi pada keluarga saya. Suka malas cek up. Bukan apa-apa sih, takutnya tau kalo ternyata tubuh kita menderita sakit ini itu. Naudzubillah ya.. Tapi sebenarnya ini perlu. Saya sudah membuktikannya, pada saya ataupun orang tua. Kalau pun kita tahu menderita suatu penyakit, paling tidak kita bisa aware.

4. Istirahat yang cukup! Ini juga kebiasaan saya. Suka begadang atau insomnia? Tapi sekarang udah mulai mengurangi kebiasaan..

Postingan ini sama sekali tidak berniat untuk menggurui atau semacamnya. Cuma ingin mengingatkan diri sendiri dan berbagi pengalaman. Maut itu mutlak rahasia Allah.. Kemarin lusa mereka, kita tinggal menunggu giliran saja.. 

Untitled-1

Selamat jalan mas nico.. selamat menempuh kehidupan abadi.. Insya Allah Khusnul Khotimah… aamiin..

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fu ‘anhu… 

Categories: ..and the blabla..

No comments

Yakin Gak Mau Komen? :D

%d bloggers like this: